STIKOM Bali Perkuat Hilirisasi Teknologi Lewat Bali InnoTech 2026

IMG_20260526_002851
Pembukaan Bali InnoTech 2026, di Dharma Negara Alaya (DNA) Art & Creative Hub, Denpasar, Senin(25/5/2026)(Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Upaya Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali mendorong hilirisasi teknologi dan penguatan ekosistem digital kembali ditunjukkan melalui gelaran Bali InnoTech 2026 di Dharma Negara Alaya Art & Creative Hub, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Transforming Ideas into Impact”, kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya menghadirkan seminar teknologi dan pameran inovasi, tetapi juga menampilkan hasil riset dan karya nyata yang telah diterapkan langsung di masyarakat.

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, Dadang Hermawan menegaskan bahwa Bali InnoTech 2026 menjadi langkah transformasi dari program kuliah industri menuju pameran inovasi berskala lebih luas.

Berita Terkait:  Koster Kobarkan Semangat Pendidikan di HUT SMKN 3 Kintamani, Ungkap Perjuangan dari Buruh hingga Gubernur Bali

“Tahun ini kegiatan kami tingkatkan kelasnya. Jika sebelumnya hanya berupa kuliah industri di lingkungan kampus, kini berkembang menjadi pameran teknologi atau innovation technology yang menghadirkan showcase karya nyata dari STIKOM Bali Group,” ujarnya.

Menurut Dadang, pendekatan pendidikan berbasis industri yang diterapkan kampus kini mulai membuahkan hasil. Dari sekitar 12 ribu alumni STIKOM Bali, sekitar 10 persen telah berkembang menjadi entrepreneur, content creator, influencer, hingga profesional teknologi di berbagai sektor digital.

Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Ida Bagus Dharmadiaksa mengatakan pihaknya kini mengarahkan STIKOM Bali menjadi kampus riset sekaligus kampus hilirisasi yang mampu menghasilkan produk nyata bernilai guna bagi masyarakat.

Berita Terkait:  Ketua KONI Pusat Lantik Pengurus KONI Bali 2026-2030, Siapkan Sejumlah PON Nasional

“Dalam pendidikan harus ada industri, dan dalam industri harus ada pendidikan. Konsep ini sudah kami terapkan dan terbukti mampu menghasilkan karya nyata,” tegasnya.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai robot karya internal STIKOM Bali Group yang telah diterapkan langsung di lapangan. Kehadiran inovasi tersebut menjadi bukti bahwa riset akademik tidak berhenti di ruang laboratorium, tetapi diarahkan menjadi solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, I Made Bandem menilai Bali InnoTech 2026 menjadi representasi transformasi ide kreatif menjadi teknologi maju yang mampu memberikan dampak nyata.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Percaya Giri Prasta Kembali Bawa Bali ke Top 5 PON

Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh keluarga besar STIKOM Group dalam membangun ruang kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat akselerasi digital di Bali.

Selain pameran inovasi, Bali InnoTech 2026 juga menghadirkan Job Fair & Talent Matching, seminar nasional kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, hingga bazar kreatif. Kegiatan ini ditargetkan menarik 2.000 hingga 3.000 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, fresh graduate, hingga instansi pemerintahan.

Sejumlah pembicara nasional turut hadir dalam rangkaian seminar, di antaranya Turah Parthayana, Ida Bagus Putu Agus Gertika, serta praktisi robotika Anak Agung Duwi Arsana yang membahas kolaborasi IoT dan AI dalam menciptakan solusi nyata berbasis teknologi. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI