Subak Jagaraga, Mendoyo, Raih Juara I Lomba Subak Kabupaten Jembrana 2025

IMG-20251103-WA0008
Foto: Pengumuman pemenang disampaikan pada acara puncak Lomba Subak Kabupaten Jembrana di Anjungan Cerdas Rambutsiwi, Jumat (31/10). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Jembrana – Subak Jagaraga yang mewakili Kecamatan Mendoyo berhasil meraih Juara I dalam Lomba Subak Tingkat Kabupaten Jembrana Tahun 2025, mengalahkan perwakilan subak dari empat kecamatan lainnya. Pengumuman pemenang disampaikan pada acara puncak Lomba Subak Kabupaten Jembrana di Anjungan Cerdas Rambutsiwi, Jumat (31/10).

Kemenangan ini menegaskan komitmen Subak Jagaraga dalam menjaga dan menerapkan Tri Baga Subak yaitu Prahyangan, Pawongan, dan Palemahan secara harmonis dan berkelanjutan, yang merupakan inti dari sistem irigasi tradisional Bali yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Berita Terkait:  Jembrana Gelar Festival Olahraga Pendidikan (FOP) 2025: Dorong Karakter Unggul dan Lahirkan Atlet Muda

Kriteria penilaian lomba subak meliputi 3 hal yaitu, Prahyangan fokus pada keberadaan Pura Subak, Pelinggih lainnya dan pelaksanaan upakara/upacara di wilayah subak. Berikutnya Pawongan yang fokus pada keberadaan struktur organisasi, bale pesangkepan, bale kul kul, Awig – awig dwi aksara, Perarem subak serta administrasi subak. Terakhir, Palemahan yang meliputi penilaian luas area subak, saluran irigasi, pola cocok tanam, inovasi pupuk organic dan ketahanan pangan.

Ketua Majelis Madya Subak Kabupaten Jembrana, I Komang Arnyana mengatakan Lomba Subak tahun ini mengusung tema “Danu Kerthi Bumi Pertiwi Huluning Amertha” yang berarti Pemuliaan Bumi dan Air sebagai sumber kehidupan menuju Jembrana Maju, Harmonis, dan Bermartabat.

Berita Terkait:  Refleksi Akhir Tahun, Bang-Ipat Paparkan Deretan Program Pro Rakyat dan Ajak Warga Wujudkan Jembrana Harmoni

Menurutnya, lomba subak yang dikemas juga dengan bimbingan teknis bagi seluruh kelian subak sebagai upaya meningkatkan eksistensi subak untuk penguatan kedudukan dan fungsi subak penting dilaksanakan untuk semakin memperdalam pemahaman krama subak dalam menjalankan sistem subak yang menjadi pondasi kuat sistem pertanian di Bali.

“Lomba Subak Tahun ini, juga disertai dengan kegiatan Bimbingan Teknis atau peningkatan kapasitas subak di Kabupaten Jembrana yang diikuti oleh 231 kelian subak,” ujar Arnyana.

Berita Terkait:  Atasi Persoalan Sampah, Jembrana Siapkan Roadmap Terbaru dan Sistem Penanganan Sampah Terpadu

Lebih lanjut, kata Arnyana, Lomba Subak yang diadakan setiap tahun juga sangat penting sebagai sarana bagi masyarakat dan krama subak untuk mempelajari dasar-dasar budaya dan tradisi sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yang juga menjadi daya tarik pariwisata.

“Melalui lomba Subak seperti ini, diharapkan masyarakat atau anggota subak dapat mencintai dan menjaga nilai-nilai luhur budaya yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia,” pungkasnya. (hum/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI