Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun, Anggaran MBG Capai Rp240,2 Triliun

Screenshot_20261016_102910_ChatGPT
PANGKAS SUBSIDI - Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp240,2 triliun untuk BGN pada 2027 guna mendukung program MBG. Di sisi lain, anggaran subsidi energi dikurangi sebesar Rp11,44 triliun dibandingkan alokasi sebelumnya. (Barometer Bali/Ilustrasi AI)

Barometer Bali | Jakarta – Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp240,2 triliun untuk Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2027 guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, anggaran subsidi energi justru mengalami pengurangan sebesar Rp11,44 triliun dibandingkan alokasi sebelumnya.

Kebijakan tersebut tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 yang telah disahkan DPR menjadi undang-undang pada 29 September 2026. Dalam APBN tersebut, total belanja negara ditetapkan sebesar Rp4.106,26 triliun, dengan pendapatan negara mencapai Rp3.435,10 triliun dan pembiayaan anggaran sebesar Rp671,2 triliun.

Berita Terkait:  BGN Aktifkan 980 Dapur SPPG di 16 Provinsi Nusa Penida Jadi Lokasi Peluncuran di Bali

Di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, pemerintah menetapkan defisit anggaran sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kebijakan fiskal tetap diarahkan secara ekspansif, namun dengan tetap menjaga kredibilitas serta keberlanjutan keuangan negara.

Dari sisi belanja, alokasi untuk BGN menjadi salah satu pos yang menonjol. Total anggaran lembaga tersebut pada 2027 mencapai Rp240,2 triliun.

Sebagian besar anggaran itu, yakni Rp232,8 triliun, diperuntukkan bagi program pemenuhan gizi nasional yang menjadi dasar pelaksanaan MBG. Sementara itu, sebesar Rp7,32 triliun dialokasikan untuk mendukung operasional dan manajemen BGN.

Berita Terkait:  Tengah Malam Koster Inspeksi Depo BBM Pesanggaran, 5 Juta Liter BBM Disiapkan

Sementara itu, anggaran subsidi energi yang disepakati pemerintah bersama DPR ditetapkan sebesar Rp261,5 triliun pada 2027. Nilai tersebut lebih rendah Rp11,44 triliun dibandingkan alokasi sebelumnya yang mencapai Rp272,94 triliun.

Dengan demikian, anggaran subsidi energi mengalami penurunan sekitar 4,2 persen. Pengurangan terutama menyasar subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram yang selama ini menjadi bagian penting dari dukungan pemerintah terhadap kebutuhan energi masyarakat.

Berita Terkait:  BRI Denpasar Renon dan Imigrasi Bali Perkuat Kemitraan untuk Dukung Pelayanan Publik

Secara terperinci, subsidi BBM dan LPG 3 kilogram pada 2027 ditetapkan sebesar Rp131,39 triliun. Jumlah ini turun dari alokasi sebelumnya sebesar Rp143,84 triliun.

Perbedaan alokasi tersebut memperlihatkan arah prioritas belanja pemerintah dalam APBN 2027, dengan dukungan anggaran besar untuk program pemenuhan gizi masyarakat, sementara subsidi energi mengalami penyesuaian alias penurunan. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI