Tekan Wabah LSD di Lima Sapi Terjangkit di Jembrana Dipotong Bersyarat

IMG-20260116-WA0010_LgGrCmhw7Y
Foto: Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan melakukan potong bersyarat ditempat gun memutus penyebaran penyakit LDS, Rabu (14/1/2026). (barometerbali/dika)

Barometer Bali | Jembrana – Guna melakukan pengendalian penyakit menular Penyakit Kulit Berbenjol (Lumpy Skin Disease/LSD), Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana melakukan langkah pencegahan. Selain melakukan lockdown ternak di wilayah terjangkit juga dilakukan dengan langkah pemotongan bersyarat di tempat (calling).

Sebanyak lima ekor sapi yang terjangkit penyakit LSD di Kecamatan Negara, dilakukan pemotongan bersyarat di tempat, Rabu (14/1/2026). Langkah ini dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran LSD.

Pemotongan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan milik Pemkab Jembrana, di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. 5 ekor sapi yang disembelih hari ini berasal dari peternak warga yang terjangkit penyakit LDS sejak sebulan terakhir.

Berita Terkait:  Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan, Distan Denpasar Sosialisasi Pupuk Organik Nano di Subak Sembung

Sapi milik warga dibeli dengan harga pasaran lalu di sembelih. Penyembelihan ini melibatkan para pengusaha jual beli ternak di Jembrana maupun di Bali. Para pengusaha patungan guna membeli sapi ternak guna mencegah penyebaran penyakit tersebut lebih luas.

“Terkait dengan penyakit LSD di Jembrana, kami dari pengusaha pengiriman sapi ikut andil bersama pemerintah memutus mata rantai penyebaran. Dananya kita dapatkan dari donatur patungan dari pengusaha pengiriman sapi Jembrana dan Bali,” ungkap Gede Gunawan Tika salah satu pengusaha pengiriman sapi antarpulau asal Jembrana.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengungkapkan langkah potong bersyarat ditempat merupakan salah satu upaya pencegahan yang dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Berita Terkait:  Senam Bersama Hingga Aksi Sosial INTI Bali Siap Meriahkan Rangkaian Imlek dan HUT Kota Denpasar

Selain itu, langkah pencegahan lainnya yang dilakukan yakni penyemprotan desinfektan dan melakukan karantina atau lockdown di wilayah atau desa yang ditemukan penyakit LSD pada sapi.

“Memutus rantai penyebaran virus ini dengan jalan melockdown daerah kasus, artinya sapi yang ada di daerah tersebut kami tidak bisa keluarkan ke daerah lain. Kami juga lakukan penyemprotan disinfektan juga melakukan potong bersyarat secara bertahap,” jelasnya.

Terkait dengan penyebaran kasus LSD di Jembrana, Ngurah Sugiarta menambahkan saat ini ditemukan 28 kasus yang tersebar di dua Kecamatan yakni Negara dan Kecamatan Melaya. Kasus LSD pada sapi ditemukan di lima desa dan satu kelurahan.

Berita Terkait:  Bupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Pemkab Badung Jaga Kebersihan Pesisir Secara Berkelanjutan

“Saat ini kita temukan 28 kasus. Di mana 4 ekor sudah mati semuanya godel (anak sapi) yang tersisa sebanyak 28 ekor,” ujarnya.

Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana menghimbau kepada para peternak untuk tidak panik dan segera mungkin melaporkan jika ternaknya mengalami gejala LSD

“Kami himbau para peternak sesegera mungkin melaporkan ke petugas Veteriner yang ada di kecamatan jika ternaknya menunjukan gejala sakit,” harap Ngurah Sugiarta. (dika)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI