Barometer Bali | Denpasar – Di tengah kondisi darurat sampah yang sedang dihadapi Bali, seorang pengusaha muda asal Gianyar, Made Hiroki, menghadirkan inovasi teknologi pengolahan sampah berupa mesin pemusnah sampah tanpa asap berbasis sistem pembakaran tertutup dengan pengaturan alur udara optimal.
Hal itu disampaikannya usai audiensi dengan anggota DPD RI Perwakilan Bali Arya Wedakarna (AWK) di kantornya, Denpasar, Minggu (12/4/2026).
Made Hiroki memaparkan teknologi yang ditawarkan melalui bendera usaha Aksara Cristy Legal tersebut merupakan mesin pengolah sampah asal Jepang yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pemusnahan limbah sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
“Mesin ini dikembangkan dengan konsep ramah lingkungan serta mendukung sistem ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah modern,” ungkapnya.
Langkah ini muncul di tengah situasi pengelolaan sampah di Bali yang berada pada fase siaga bahkan darurat, terutama setelah rencana penghentian operasional TPA Suwung sebagai tempat pembuangan akhir terbesar di Bali pada tahun 2026.
Persoalan sampah Bali bahkan telah menjadi perhatian nasional dan mendapat sorotan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Berdasarkan data, produksi sampah di Pulau Bali mencapai sekitar 4.281 ton per hari, dengan hampir 50 persen berasal dari kawasan Sarbagita yang meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Kondisi ini menuntut hadirnya solusi inovatif yang cepat, efektif, dan berkelanjutan,” urai Made Hiroki.
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan teknologi tersebut kepada publik dan pemangku kepentingan, Made Hiroki mengundang para kepala daerah se-Bali, stakeholder terkait, pelaku industri pariwisata melalui PHRI, serta tokoh masyarakat dalam kegiatan sosialisasi solusi pengolahan sampah yang akan digelar pada Jumat, 17 April 2026 di Pamela Restaurant. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh kehadiran artis dan selebgram Bali.
Made Hiroki menyampaikan apresiasi kepada salah satu anggota DPD RI asal Bali, AWK, yang telah menerima kunjungan silaturahmi sekaligus penyampaian undangan terkait inisiatif pencarian solusi pengelolaan sampah di Bali.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat mempercepat hadirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di Pulau Dewata.
“Kami berharap teknologi ini bisa menjadi bagian dari solusi nyata dalam menjawab tantangan darurat sampah di Bali,” tandas Made Hiroki. (red)










