Barometer Bali | Banyuwangi – Memasuki hari kedelapan tim SAR gabungan telah menemukan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, yang selamat sebanyak 30 orang dan meninggal dunia 15 orang dari total 65 penumpang dan kru KMP Tunu Pratama Jaya. Sedangkan 20 orang masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan masih berjibaku dengan kondisi cuaca di perairan selat Bali yang kurang bersahabat pada Rabu (9/7/2025).
Cuaca di perairan selat Bali pada hari kedelapan pencarian ini dominan berawan tebal, angin bertiup kencang dengan kecepatan 4 – 25 knots, ketinggian gelombang maksimal berkisar antara 2,5 – 4 meter, serta kecepatan arus permukaan 2,4 m/s.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno selaku SMC dalam operasi SAR ini mengatakan, SRU under water yang di-supervisi oleh Danguspurla Koarmada II telah melakukan observasi bawah air ditengah kondisi cuaca di selat Bali kurang mendukung kelancaran proses pencarian para korban.
Melanjutkan informasi tersebut, Danguspurla Koarmada II dalam kesempatan konferensi pers bersana SMC dan stake-holder lainnya mengatakan, SRU under water yang bekerja hari ini telah menurunkan kamera bawah air hingga kedalaman 35 meter.
Tidak lama setelah mencapai kedalaman 35 meter, kamera yang diturunkan hanyut oleh arus bawah air. “Tapi sebelum hanyut, kita masih bisa monitor gambaran objek yang ada di bawah air, pada kedalaman 48 sampai 49 meter,” terang Danguspurla.
Hingga sore tadi, SRU laut yang telah memfokuskan upaya pencarian di perairan sektor selatan, serta SRU darat yang melakukan pemantauan di sepanjang pesisir pantai, belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sementara itu, pihak Polresta Banyuwangi dan Pemda Banyuwangi setiap harinya memberikan layanan trauma healing bagi pihak keluarga yang hingga kini menunggu di Posko Gabungan di ASDP Ketapang.
Satu dari dua jenazah yang ditemukan tim SAR gabungan pada hari ini telah berhasil teridentifikasi. Berdasar rilis yang disampaikan oleh tim DVI Sidokkes Polresta Banyuwangi – Biddokkes Polda Jatim, identitas jenazah kedua itu diketahui atas nama Putu Mertayasa (43) asal Buleleng, Bali.
Hingga berita ini diturunkan, dari 65 orang korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, sebanyak 45 orang korban telah ditemukan, dengan rincian 30 orang ditemukan selamat dan 15 orang dalam kondisi meninggal. Jumlah korban dalam pencarian berjumlah 20 orang.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR hari kedelapan pencarian ini, diantaranya dari Kantor Pusat Basarnas Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Koarmada II, Wing Udara 2 Puspenerbal, Pushidrosal, Lanal Banyuwangi, Lanal Gilimanuk, Baharkam Polri, Ditpolairud Polda Jatim, Polres Banyuwangi, Satpolairud Polres Banyuwangi, Satpolairud Polda Bali, Satbrimob, KPLP, BSG, KSOP Banyuwangi, ASDP Ketapang, BMKG, Syahbandar Gilimanuk, KPLP Gilimanuk, Kodim 0825/Banyuwangi, Koramil Banyuwangi Kota, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Prov Jatim, BPBD kab Banyuwangi, Damkar, Tagana, BKK Banyuwangi, SAR MTA, SAR OPA Unej, Besromben Indonesia, nelayan sekitar dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya. (red)











