Foto: Petugas BPBD Klungkung dibantu personel Polsek Banjarangkan bantu membersihkan sisa longsor menggerus rumpun bambu yang menutup akses jalan utama Gianyar-Klungkung, tepatnya di perbatasan wilayah Tulikup, Gianyar dengan Desa Tusan, Banjarangkan, Klungkung, Minggu (12/1/2025). (barometerbali/213/kst)
Klungkung | barometerbali – Longsor menutup seluruh badan jalan utama perbatasan Gianyar-Klungkung di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, tepatnya samping landscape Klungkung. Akibatnya arus lalu-lintas di jalur utama penghubung Klungkung dengan Kabupaten Gianyar lumpuh, Minggu (12/1/2025).
Kejadian longsor berawal dari satu rumpun bambu tergerus saat hujan deras, dari ketinggian sekitar 30 meter, sisi timur jalan dan menutup seluruh akses jalan di sebelah timur jembatan.
Kepada awak media, salah satu warga, Dewa Balon mengatakan longsor sudah diprediksi karena rumpun bambu yang menempel dengan bangunan warga sudah labil sehingga saat hujan turun, terjadi longsor.
“Belum tahu ini apa ada orang di bawah atau tidak, masih tunggu alat berat untuk evakuasi,” ucapnya.
Tertutupnya badan jalan ini menyebabkan kendaraan yang dari arah Klungkung menuju Gianyar, terpaksa harus putar balik. Demikian sebaliknya, dari arah Gianyar menuju Klungkung.
Sembari menunggu TRC (tim reaksi cepat) BPBD Klungkung melakukan penanganan terhadap material longsor yang menutup badan jalan tersebut agar arus lalu-lintas bisa kembali berjalan lancar.
“Yang dari Gianyar kalau mau ke Klungkung harus lewat Tulikup sedangkan sebaliknya dari Klungkung ke Gianyar harus lewat by pas Ida Bagus Mantra” tandasnya.
Pada saat bersamaan, TRC BPBD Klungkung sejak Minggu (12/1/2025) pagi, juga melakukan penanganan beberapa bencana, yang dipicu tingginya curah hujan. Seperti penanganan pohon tumbang yang menutup badan jalan di Desa Selat, Klungkung.











