Barometer Bali | Denpasar – Traveling menjadi salah satu kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan untuk semua kalangan.
Tidak hanya traveler yang masih muda, mereka yang sudah berada di usia senja atau lansia juga bisa melakukannya, entah itu liburan ke destinasi impian, mengunjungi cucu, atau sekadar road trip.
Meski demikian, traveling di usia senja tentu membutuhkan persiapan yang matang dan kondisi fisik yang memungkinkan.
Tahukah kamu, pilihan pakaian saat traveling bisa memengaruhi kenyamanan bahkan kesehatan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun?
Dilansir Best Life, para ahli kesehatan mengingatkan ada beberapa jenis pakaian yang sebaiknya tidak dikenakan saat bepergian, karena bisa meningkatkan risiko cedera, infeksi, hingga gangguan sirkulasi.
Apa saja pakaian yang sebaiknya dihindari? Berikut ulasannya.
1. Alas Kaki yang Tidak Aman
Sandal jepit, sepatu tanpa punggung, atau bahkan sepatu hak tinggi memang praktis, tapi bisa berbahaya bagi lansia. Alas kaki jenis ini meningkatkan risiko tergelincir atau terkilir.
Pilih sepatu flat dengan sol anti-slip atau sepatu olahraga ringan yang tetap nyaman dipakai berjalan jauh.
2. Pakaian Terlalu Ketat
Busana berbahan spandeks atau lycra bisa menekan aliran darah dan memperburuk masalah sirkulasi, terutama bagi penderita diabetes.
Selain itu, pakaian ketat berisiko menyebabkan iritasi kulit atau infeksi jamur akibat kelembapan.
Gunakan pakaian longgar dari bahan katun atau linen yang menyerap keringat.
3. Pakaian Terlalu Longgar
Baju yang sempit membuat gerak terbatas dan mengganggu sirkulasi, sementara pakaian terlalu longgar bisa jadi bahaya karena mudah tersangkut atau membuat tersandung.
Pilih pakaian yang pas di badan, mudah dipakai dan dilepas terutama jika sering perlu ke toilet saat perjalanan panjang.
4. Perhiasan Berat dan Aksesori Menjuntai
Kalung berat atau syal panjang bisa menyebabkan pegal, bahkan berisiko tersangkut saat perjalanan.
Selain itu, perhiasan mahal juga rawan hilang atau dicuri.
Bawa aksesori minimalis yang ringan dan praktis, cukup untuk melengkapi gaya tanpa mengorbankan kenyamanan.
5. Masker yang Tidak Nyaman
Jika masih memilih memakai masker di pesawat, kereta, atau bus, pastikan ukurannya pas dan bahannya nyaman.
Masker yang longgar mudah bergeser, sementara yang terlalu ketat bisa mengganggu pernapasan dan menyebabkan iritasi kulit.
Pilih masker dengan bahan lembut, sirkulasi udara baik, serta tali telinga yang bisa disesuaikan. (ari)











