Tidur Berkualitas saat Traveling, Ini Tips-nya agar Tetap Nyaman

BB JAN F 24
Tips tidur berkualitas saat bepergian agar tetap nyaman dan menyenangkan, (barometerbali/net)

Denpasar | barometerbali – Salah satu aspek yang perlu diperhatikan saat bepergian ternyata adalah kualitas tidur.

Dengan tidur yang berkualitas, tubuh akan segar sehingga kita bisa lebih menikmati perjalanan.

Sebaliknya, kurang tidur menyebabkan kita lemas dan mengantuk, sehingga perjalanan menjadi kurang bisa dinikmati.

Seorang dokter dari New York, Calvin Sun berbagi bahwa prioritas utamanya saat bepergian bukan hanya menjaga hidrasi, makan dengan baik, atau mencuci tangan, melainkan memastikan tidur berkualitas sebelum dan selama perjalanan.

“Tidur yang cukup sangat penting untuk menikmati perjalanan kita sepenuhnya,” kata dia dilansir dari laman Huffington Post.

Faktanya, sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa hanya 18 persen pelancong hotel melaporkan mendapatkan tidur yang sangat baik saat mereka jauh dari rumah.

Berita Terkait:  BPJS Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Pemodelan Aktuaria, Jaga Sustainabilitas JKN

Dengan pengalaman medis dan petualangannya, Sun telah mengunjungi hampir 200 negara dalam 14 tahun terakhir dan menyadari bahwa kualitas tidur sangat memengaruhi pengalaman perjalanannya.

Berikut adalah tips tidur berkualitas dari Sun yang bisa Anda terapkan agar perjalanan Anda lebih menyenangkan.

1. Menjaga jadwal tidur yang konsisten

Meskipun terdengar sederhana, menjaga jadwal tidur adalah kunci penting.

Sun menyarankan untuk mulai menyesuaikan waktu tidur 3–4 hari sebelum perjalanan, yakni tidur lebih awal jika bepergian ke arah timur, dan tidur lebih larut jika bepergian ke barat.

Berita Terkait:  Kemenkes dan LDII Surabaya Kolaborasi Cegah Kanker Serviks dengan Fasilitasi Pemeriksaan HPV DNA

Cara ini membantu tubuh beradaptasi lebih baik terhadap perubahan zona waktu.

2. Merencanakan jet lag dengan baik

Untuk perbedaan zona waktu satu hingga tiga jam, tubuh biasanya dapat menyesuaikan dengan cepat.

Namun, jika ada perbedaan lebih dari tiga atau empat jam, maka Anda harus hati-hati.

Saat bepergian ke arah timur, Sun memilih penerbangan malam agar lebih mudah tidur selama penerbangan.

Ia juga menggunakan aplikasi Time Shifter yang dirancang berdasarkan ilmu NASA untuk membantu mengatur waktu tidur dan perubahan zona waktu.

Berita Terkait:  UHC Day 2025: Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN

3. Batasi konsumsi alkohol

Bagi mereka yang boleh mengonsumsi alkohol, sebaiknya hindari mengonsumsinya karena alkohol bisa mengganggu kualitas tidur.

Walaupun alkohol mungkin membuat Anda cepat mengantuk, efeknya sering kali mengurangi kualitas tidur secara keseluruhan.

4. Membawa perlengkapan tidur

Perlengkapan tidur penting juga untuk dibawa, seperti bantal leher, masker mata, headphone Bluetooth, dan hammock kaki.

Hammock sangat membantu karena mengurangi tekanan pada tulang belakang dan punggung selama tidur dalam posisi duduk.

Selain itu, selimut pesawat juga ia manfaatkan untuk bantalan punggung atau sebagai penyangga tulang belakang. (ari)


BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI