Tiga Pejabat Perumda Dharma Santhika Didakwa Korupsi Beras Rp1,85 M

Screenshot_20251127_174416_WhatsAppBusiness
Sidang dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan beras Perumda Dharma Santhika Tabanan Tahun 2020–2021 menghadirkan tiga terdakwa digelar di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (27/11/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar– Sidang dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan beras Perumda Dharma Santhika Kabupaten Tabanan Tahun 2020–2021 digelar di Pengadilan Tipikor Denpasar pada Kamis, (27/11/2025).

Agenda sidang kali ini adalah pembacaan surat dakwaan terhadap tiga terdakwa I Putu Sugi Darmawan (Direktur Utama Perumda Dharma Santhika 2017–2021), I Ketut Sukarta (Ketua DPC Perpadi 2017–2022), dan I Wayan Nonok Aryasa (Manajer Unit Bisnis Ritel/Plt Dirut 2021). Para terdakwa didampingi penasihat hukum Hari Wantono.

Berita Terkait:  Sengketa Belum Tuntas, Kuasa Hukum Tolak Keras Klaim Wakaf PT Kejayan Mas

Tim Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini terdiri dari Gede Hery Yoga Sastrawan, Ilham Adi Ramadhana, dan Anggita Nikma Hanum.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ida Bagus Made Ari Suamba, anggota Nelson, dan Imam Santoso, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya menyebut para terdakwa diduga bersama-sama memperkaya pihak lain, yaitu anggota penggilingan padi yang tergabung dalam DPC Perpadi Tabanan

Berita Terkait:  Bhabinkamtibmas Sidodadi Sambangi Peternakan Ayam Petelur, Tingkatkan Ketahanan Pangan

“Para terdakwa diduga bersama-sama memperkaya pihak lain dengan nilai mencapai Rp1.851.519.957,40. Perbuatan tersebut diduga terjadi melalui selisih pembayaran harga beras antara tingkat penyosoh dan penggilingan,” ujarnya.

“Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali tertanggal 24 Juli 2025 juga menyatakan bahwa negara mengalami kerugian sebesar Rp1,85 miliar dalam pengelolaan beras pada periode tersebut,” sambung JPU.

Berita Terkait:  Polres Gresik Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyebaran Data Pribadi Lewat Aplikasi Go Matel R4

Jaksa mendakwa para terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Para terdakwa tidak mengajukan eksepsi, sehingga sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada Kamis, (4/12/2025 dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI