Tingkatan Kompetensi Bidang Kepemanduan Outbound, Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Bagi 40 Fasel

Foto: Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata, menggelar kegiatan Pelatihan Pemandu Outbound/Fasilitator Experiential Learning (Fasel), di Hotel Prime Plaza Sanur, pada Senin (13/5/2024). (Sumber: BB/Win).

Denpasar| barometerbali – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata, menggelar kegiatan Pelatihan Pemandu Outbound/Fasilitator Experiential Learning (Fasel), di Hotel Prime Plaza Sanur, pada Senin (13/5/2024). Diikuti oleh 40 orang peserta, pelatihan ini ditujukan  untuk meningkatkan kompetensi para Fasel, agar dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Kepemanduan Outbound / Fasilitator Experiential Learning (Fasel).

Hadir untuk membuka kegiatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Riyastiti. Selain itu, tampak pula Ketua DPD Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) Bali, I Wayan Pasek, serta tamu undangan lainnya.

Berita Terkait:  IPBI Bali Gelar HOTSHOT International Hybrid Webinar 2026 Bahas Transformasi Digital Pariwisata Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa menyebut, kompetensi para pelaku dunia kepariwisataan merupakan hal penting yang harus dipenuhi untuk dapat memberikan pelayanan optimal bagi para konsumen atau penikmat wisata.

“Seperti yang kita ketahui, sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang menjadi ujung tombak dalam operasional suatu industri pariwisata. Pada usaha pariwisata, SDM sangat penting karena berhadapan langsung dengan konsumen atau pihak pelanggan, sehingga SDM dituntut untuk benar benar memiliki kemapuan kompetensi sesuai bidangnya,” tuturnya.

Berita Terkait:  Karangasem Berduka: Mantan Wakil Bupati Drs. I Gusti Putu Widjera Berpulang

Selebihnya Wawali Arya Wibawa juga mengatakan, sektor wisata berbasis outbound saat ini menjadi salah satu daya tarik wisata yang ada di Kota Denpasar. Keberadaan wisata Teba Majelangu, Subak Sembung dan Tukad Bindu, dan lainnya, lanjut Arya Wibawa diharapkan bisa menjadi magnet bagi para pelancong yang berkunjung ke Denpasar.

“Maka melalui pelatihan ini, kami di Pemkot Denpasar menaruh harapan besar pada para Fasel, agar bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan, guna bisa meningkatkan kompetensi. Sehingga akan mampu, mempromosikan dan juga memberikan pelayanan yang baik pada warga masyarakat yang akan menggunakan jasa outbound,” lanjut Arya Wibawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Riyastiti dalam laporannya menjelaskan, kegiatan pelatihan ini digelar selama 4 hari, yakni dari tanggal 13 Mei – 16 Mei 2024, dengan materi kelas dan juga materi lapangan. Riyas bertutur, materi yang diberikan pada para Fasel, berkutat seputar perencanaan pemanduan kegiatan wisata outbound, dan juga manajemen penanganan risiko dalam kegiatan outbound.

Berita Terkait:  Karangasem Berduka: Mantan Wakil Bupati Drs. I Gusti Putu Widjera Berpulang

“Setelah materi kelas, peserta juga akan difasilitasi untuk mengikuti kegiatan lapangan di The Sila’s Agro Tourism di Candikuning, Bedugul. Untuk Narasumber Pelatihan, kami pihak AELI Bali sebagai asosiasi yang menaungi para pemandu wisata outbound dan FASEL ini,” ungkap Riyastiti.

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI