Tipu Korbannya, Karyawan Outsourcing Diringkus Polres Bandara Ngurah Rai

Foto: Polres Bandara Ngurah Rai bekuk seorang wanita pelaku penipuan BFCD (25) kini ditahan di Polres Bandara Ngurah Rai, Bali (BB/Hms Res Bandara)

Badung | barometerbali – Seorang perempuan asal Jambi berinisial BFCD (25) seorang karyawan outsourcing di sebuah perusahaan di Bandara I Gusti Ngurah Rai diamankan oleh anggota Sat Reskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai karena melakukan penipuan dengan menjanjikan korbannya mendapat pekerjaan di PT JAS (Jasa Angkasa Semesta) dengan meminta uang sebesar Rp 15.000.000, Rabu (29/11/2023).

Diamankannya pelaku ini atas pengaduan dari Fifi (20) asal Tangerang Provinsi Banten ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai tanggal 27 November 2023 atas kasus penipuan yang dilakukan oleh BFCD terhadap dirinya.

Berita Terkait:  Jembrana Kembali di Terjang Banjir, Rendam Rumah Warga dan Akses Jalan

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Iptu Rionson Ritonga, seizin Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKBP Ida Ayu Wikarniti, membenarkan pihaknya sedang menangani kasus penipuan yang melibatkan seorang perempuan inisial BFCD yang merupakan karyawan outsourcing yang dipekerjakan di PT JAS.

“Berawal sekitar bulan Juni 2023 lalu, pelaku BFCD melakukan komunikasi dengan korban melalui handphone dijanjikan akan di terima bekerja di PT JAS Bandara I Gusti Ngurah Rai,” terang Rionson.

Karena saking percayanya korban kepada pelaku, sehingga korban (Fifi) langsung terbang ke Bali pada tanggal 26 Juni 2023 dan menemui pelaku di terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai saat itu pelaku pun kembali mengatakan bahwa korban akan dijanjikan di terima kerja di PT JAS.

Berita Terkait:  Krisis Air Membuat Warga Ubah Lahan Pertanian ke Unit Usaha di DTW Jatiluwih 

“Saat pertemuan itu, pelaku yang tinggal di Jalan Nusantara Tuban Kuta ini juga meminta kepada korban untuk menyerahkan uang sebesar Rp.15.000.000,- kepada dirinya untuk mengurus agar bisa diterima bekerja di PT JAS,” jelas Rionson.

Selain itu kata Kasat Reskrim, korban juga diminta untuk membuat CV (Curriculum Vitae) sebagai persyaratan untuk pendaftaran di PT. JAS. Korban merasa yakin dan percaya akan diterima bekerja sehingga ia pun mentransfer uang sesuai dengan jumlah yang diminta pelaku namun korban melakukan pengiriman sebanyak 2 kali.

“Pengiriman pertama tanggal 3 Juli 2023 korban mentransfer uang ke norek Bank Mandiri milik pelaku sebesar Rp10.000.000 dan tanggal 17 Juli 2023 sebesar Rp5.000.000 sehingga total keseluruhan Rp15.000.000,” rinci Kasat Reskrim.

Berita Terkait:  Koster Tegaskan Lima Raperda Strategis Bali Era Baru, Pelindungan Pantai Jadi Kepastian Ruang Adat dan Ekonomi Lokal

Fifi (korban) juga sempat melakukan tahapan tes interview di PT JAS pada akhir bulan Juli lalu namun korban dinyatakan tidak lulus seleksi.

Perempuan yang tinggal di jalan Mandala Tuban ini berupaya untuk meminta kembali uang yang sudah diberikannya kepada pelaku namun pelaku selalu mengelak bahkan ia berupaya menawarkan korban bekerja di tempat lain tetapi selalu gagal atau tidak lulus.

“Karena korban merasa di tipu, akhirnya pelaku dilaporkan ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, saat ini pelaku sudah diamankan dan Selasa kemarin (28/11/2023) dilakukan penahanan sesuai dengan Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun,” tutupnya. (BB/212)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI