Barometer Bali | Denpasar – Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 tak hanya menjadi panggung pelestarian seni dan budaya Bali, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku UMKM. Dalam sepuluh hari penyelenggaraan, perputaran transaksi UMKM di ajang tersebut telah mencapai lebih dari Rp1,7 miliar.
Hingga hari ke-10 pelaksanaan PKB sejak dibuka pada 13 Juni 2026, nilai transaksi UMKM tercatat telah menembus angka Rp1,7 miliar lebih.
“Yang jelas sampun (sudah, red) mencapai Rp1,7 miliar lebih ya sampai kemarin (Senin, 22 Juni 2026). Kalau detailnya selalu kami laporkan ke pimpinan nggih,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (23/6/2026).
Tri Arya optimistis capaian transaksi tahun ini akan melampaui tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp5 miliar. Apalagi, pelaksanaan PKB masih berlangsung hingga 11 Juli 2026.
“Kita harus selalu optimis kalau untuk UMKM kita ya. Yang jelas walaupun tidak tercapaipun, UMKM kami tetap memperoleh keuntungan,” katanya.
Menurut Tri Arya, sektor kuliner masih menjadi primadona di tengah tingginya antusiasme pengunjung. Meski demikian, produk suvenir dan berbagai karya kreatif lainnya juga tetap mendapat perhatian dari masyarakat.
“Kalau ini tentunya saling melengkapi, tapi seperti umumnya keramaian, pastilah pilihan kuliner merupakan kebutuhan yang lebih wajib dibanding kebutuhan lain bagi pengunjung, selain kebutuhan untuk menikmati seni dan budaya Bali yang merupakan sajian utama PKB,” jelasnya.
Menanggapi kabar viral mengenai mahalnya harga makanan dan minuman selama pelaksanaan PKB, Tri Arya menegaskan bahwa hal tersebut bukan berasal dari stan kuliner yang berada di dalam kawasan Art Center.
“Logikanya pelaku UMKM yang memperoleh fasilitas gratis jika dibandingkan dengan pelaku UMKM yang harus berbayar untuk memperoleh fasilitas, yang mana yang harga produknya lebih murah? Tentunya yang gratis yang ada di PKB,” tegasnya.
Ia juga memastikan seluruh pelaku kuliner yang terdaftar secara resmi di PKB menerapkan harga yang terjangkau dan transparan melalui daftar menu yang tersedia di masing-masing stan.
“Pelaksanaan kuliner kami bersih total, baik dari sisi bersih penyajian, bersih pengelolaan sampahnya, dan bersih dari pungli/pungutan,” pungkasnya. (rian)











