Trik Restoran Cepat Saji yang Bikin Konsumen Keluar Uang lebih Banyak, Hati-hati!

BB FEB F 20
Sajian makanan di restoran cepat saji. (barometerbali/getty images)

Denpasar | barometerbali – Banyak orang paham makanan cepat saji tidak sehat dan berisiko memicu berbagai masalah kesehatan.

Namun, ternyata sulit untuk tidak pernah mampir ke restoran cepat saji, dan ternyata memang ada strategi yang mereka gunakan untuk mengundang konsumen meski harga makanannya terus beranjak naik.

Beberapa restoran cepat saji menggunakan teknik agar orang membayar lebih dari yang direncanakan semula.

Salah satunya dengan memberi diskon yang menggoda orang untuk membeli banyak atau menawarkan makanan dalam bentuk paket, atau dengan harga yang disertai koma, misalnya Rp 10.900.

Berita Terkait:  Sahabat Kaori Perluas Jaringan dan Perkuat Kepedulian Lingkungan Menuju 2026

“Otak kita memproses angka-angka dengan cepat dan sering secara emosional, terutama saat memutuskan membeli sesuatu,” ujar psikoterapis di New York, Jonathan Alpert, kepada Fox News Digital.

Contohnya, harga yang dicantumkan (dalam rupiah) Rp 10.900 yang biasa dilihat pembeli adalah angka yang besar, yakni 10.000 dan mengabaikan 900 di belakangnya.

Padahal, harga sebenarnya hampir Rp. 11.000.

Inilah yang disebut “left-digit effect” menurut laman makanan dan budaya The Takeout.

“Trik ini membuat Anda merasa makanan yang dijual tidak mahal,” jelas The Takeout.

Ambil contoh jika Anda membeli tiga makanan berharga Rp 10.900 dan otak langsung menghitungnya total harga Rp 30.000 padahal yang dibayarkan hampir Rp 33.000.

Berita Terkait:  Wabup Ipat Buka Muscab LVRI, Tekankan Peran Veteran dalam Menjaga Nilai Kebangsaan

Jangan tergoda trik restoran

Selain taktik yang disebut ‘harga menggoda’ ini, restoran cepat saji juga berusaha membuat orang menghabiskan uang lebih banyak dari yang direncanakan, menurut Alpert.

Salah satunya menawarkan paket menu yang berisi beberapa macam makanan dan minuman yang Anda nilai “murah”.

Padahal awalnya Anda tak menginginkan salah satu makanan di paket tersebut.

Berita Terkait:  Manasik Umroh Samira Travel Awal 2026 Digelar di Sidoarjo, 200 Jamaah Ikuti Pembekalan Intensif

Contohnya, awalnya Anda hanya ingin makan burger dan minum es teh, namun karena di paket ada kentang goreng maka Anda pun membayar untuk semuanya karena dinilai total harganya lebih murah.

“Mengembangkan kebiasaan pengeluaran yang penuh pertimbangan bisa membantu melindungi dari trik psikologis dan hanya memilih makanan yang memang diinginkan,” saran Alpert. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI