Kolase foto: Penampakan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali dan suasana pengunjung menikmati panorama alam sekitae di jembatan kaca (skywalk). (barometerbali/fb/mertayasa)
Denpasar | barometerbali – Masyarakat Bali kini sudah punya 1 objek wisata baru yakni Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali (Turyapada Tower) berlokasi di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Masyarakat umum sudah bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian melalui skywalk atau jembatan kaca di badan tower setinggi 115 meter, pada ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut, sehingga total tinggi tower menjadi 1.636 meter.
Pembangunan tahap I Turyapada Tower ini telah rampung 100% dan berhasil mengatasi blank spot siaran televisi di wilayah seputar Bali Utara yaitu wilayah Buleleng, sebagian Karangasem, dan Jembrana.
Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengungkapkan hal itu usai meluncurkan website dan soft opening kunjungan masyarakat ke Turyapada Tower yang dirangkaikan dengan acara Refleksi Akhir Tahun 2024 di Gedung Kertha Sabha, areal kediaman resmi Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (27/12/2024).
Lebih lanjut Mahendra menjelaskan untuk kunjungan, masyarakat wajib mendaftar melalui website www.turyapada.baliprov.go.id. Selama masa soft opening, jumlah pengunjung dibatasi 30 orang di pagi hari dan 30 orang di sore hari.
“Selama masa soft opening pengunjung tidak dikenakan tiket masuk atau gratis. Daripada rusak ga pernah dipakai, tahap pertama kan sudah selesai sekarang tahap pemeliharaan kita buka, tapi terbatas satu hari hanya 60 orang. Pagi 30, sore 30 dan gratis,” papar Mahendra.
Mahendra berharap ke depan bisa dilengkapi studio mini untuk melihat 7 dimensi. Tujuannya agar pengunjung bisa merasakan keindahan alam Bali.
Sebelumnya Mahendra bersama rombongan telah melakukan kunjungan ke Turyapada Tower untuk menyaksikan uji coba siaran salah satu stasiun TV nasional. Menurutnya uji coba yang dilakukan telah berjalan dengan lancar.
Seperti diketahui, pembangunan menara besi ini sejak Agustus 2022 digagas Gubernur Bali 2018-2023, Dr. Ir. I Wayan Koster, MM. Uniknya, jika di negara lain tower-tower dijadikan destinasi wisata dibangun di tengah perkotaan, namun di Bali berbeda, karena dibangun di daerah pedesaan tepatnya di Banjar Dinas Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Indonesia sebelumnya memang sudah memiliki beberapa landmark yang telah berdiri sejak lama. Misalnya saja Monas di Jakarta, sejak tahun 1975, kemudian landmark terbaru yang tak kalah menyita perhatian dan jadi daya tarik wisatawan adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), yang berada di Bukit Ungasan, Jimbaran.
Jika selesai semua proyek monumental ini, akan bertambah satu landmark menara Turyapada, yang digadang-gadang akan memiliki fasilitas dan menjadi daya tarik populer layaknya 5 menara di dunia, seperti menara Eiffel di Paris, Prancis, menara Tokyo di Jepang, Toronto Tower di Kanada, Macau Tower di Makau, dan Fernsehturm Tower, di Berlin.
Nama “Turyapada” dipilih sebagai nama menara ini, karena melambangkan hubungan antara Akasa-Pertiwi dan Purusa-Pradana yang menjadi sumber kekuatan dan kehidupan masyarakat di dunia. Turyapada Tower juga merupakan analogi bentuk Orti dan Bale Kul-kul sebagai media komunikasi tradisional masyarakat Bali dalam kegiatan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya.
Keberlanjutan pembangunan Menara Turyapada ini selalu menjadi perhatian kristis dan pertanyaan dari mahasiswa maupun dosen dalam kuliah umum di 16 perguruan tinggi se-Bali bertajuk Gen-Z Penerus Masa Depan Bali. Harapan mereka apa yang menjadi ide besar Wayan Koster harus dapat terealisasi.
Anggaran pembangunan yang sepenuhnya bersumber dari Pemerintah Provinsi Bali sebesar 418 miliyar ini, memiliki karakteristik dengan tinggi badan tower 115 meter, pada ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut, sehingga total tinggi tower menjadi 1.636 meter.
Memiliki fasilitas multifungsi dan terpadu berupa pemancar, planetarium, sky walk, restoran putar 3600 derajat, jembatan kaca, museum, dan ruang konvensi serta dilengkapi gondola. Juga memiliki konstruksi khusus yang tahan terhadap gempa berkekuatan sampai 1.0 G dan kekuatan hidup minimal 500 tahun.
Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali merupakan Mahakarya sebagai Tonggak Peradaban Bali Era Baru. Hadirnya Tower dapat mengatasi blank spot menjangkau 80% di wilayah Buleleng, Karangasem, dan Jembrana sekaligus menjadi pusat pertumbuhan perekonomian baru untuk menyeimbangkan pembangunan wilayah Bali Utara, Tengah, dan Selatan. (213)
Editor: Ngurah Dibia











