Udayana Ungkap Hasil Uji Lab, Cemaran Minyak Solar di Mangrove

Screenshot_20260226_210806_InCollage - Collage Maker
Ketua tim peneliti, Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si., menegaskan bahwa temuan terhadap kerusakan mangrove ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak. (barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Temuan ilmiah mengungkap adanya indikasi cemaran minyak solar di kawasan mangrove, memperkuat urgensi pemulihan fungsi hutan lindung secara menyeluruh tanpa kompromi. Langkah tegas dinilai penting untuk mencegah kerusakan ekosistem yang lebih luas akibat aktivitas berbasis kepentingan bisnis.

Hasil tersebut diperoleh melalui analisis gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) terhadap sampel sedimen dan air di wilayah rhizosfer tanaman mangrove milik KSOP Pelindo. Uji laboratorium ini mengidentifikasi senyawa yang mengarah pada kontaminasi bahan bakar minyak jenis solar di kawasan tersebut.

Berita Terkait:  Ribuan Personel Bersatu, Kodam IX/Udayana Bersihkan Pantai Kedonganan–Kuta

Kajian ilmiah ini disusun oleh tim dari Universitas Udayana melalui Rumah Sakit Pertanian, yang terdiri dari Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si., Dr. Listihani, S.P., M.Si., Ni Nyoman Sista Jayasanti, S.P., M. Biotech, Restiana Maulinda, S.P., M.Si., Wafa’ Nur Hanifah, S.P., M.Si., serta Yuli Evrianti Br. Raja Gukguk, A.Md.

Berita Terkait:  Relawan Advokasi Nusantara Minta Penegakan Hukum Usut Dugaan Kematian Mangrove di Tahura Ngurah Rai

Ketua tim peneliti, Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si., menegaskan bahwa temuan ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

“Dari hasil analisis GC-MS, kami menemukan indikasi cemaran minyak solar pada sampel sedimen dan air di kawasan mangrove. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merusak ekosistem secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemulihan fungsi hutan lindung harus dilakukan secara tegas dan berbasis data ilmiah.

Berita Terkait:  Dari Yeh Gangga, Bupati Sanjaya Gaungkan Gerakan Bersih Pantai Berkelanjutan

“Tidak boleh ada kompromi dalam upaya mengembalikan fungsi ekologis kawasan ini. Perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan ekonomi jangka pendek,” tegasnya.

Temuan ini diharapkan menjadi dasar kuat bagi pemangku kebijakan untuk mengambil langkah konkret dalam penanganan pencemaran sekaligus mempercepat pemulihan ekosistem mangrove. Upaya ini penting demi menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir di Bali. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI