Unik dan Berkelanjutan, Aston Sidoarjo Hadirkan Pohon Natal dari 2025 Bonggol Nanas

IMG-20251224-WA0000_KO5YqPtj0j
Foto; Perayaan Natal tahun ini hadir dengan cerita yang berbeda di sebuah hotel bintang empat di Sidoarjo. (barometerbali/redho)

Barometer Bali | Sidoarjo – Perayaan Natal tahun ini hadir dengan cerita yang berbeda di sebuah hotel bintang empat di Sidoarjo. Jika biasanya pohon Natal identik dengan material plastik atau daun sintetis, hotel ini justru menghadirkan instalasi Natal yang lahir dari dapur Kayana Restaurant Aston Sidoarjo: Pohon Natal setinggi 3,5 meter yang terbuat dari 2025 bonggol nanas.

Kreasi unik ini berangkat dari aktivitas sederhana namun rutin, yakni sajian sarapan pagi yang setiap harinya menyediakan salad buah segar. Nanas menjadi salah satu menu favorit tamu, namun menyisakan bonggol yang selama ini dianggap limbah. Alih-alih berakhir di tempat pembuangan, tim hotel melihat peluang untuk mengubahnya menjadi karya yang bernilai, estetis, sekaligus berkelanjutan

Berita Terkait:  Kado Natal Lapas Kerobokan, 7 Warga Binaan Lapas Kerobokan Hirup Udara Bebas Usai Terima Remisi

Mengusung tema sustainability, ribuan bonggol nanas dikumpulkan dan diproses selama kurang lebih satu bulan. Melalui sentuhan kreativitas tim internal hotel, bonggol-bonggol tersebut disusun secara detail hingga menjelma menjadi pohon Natal megah yang kini berdiri sebagai pusat perhatian area lobby hotel. Tekstur alami bonggol nanas justru menghadirkan visual unik, hangat, dan sarat makna di tengah kemeriahan Natal.

Saat ditemui awak media Selasa 23 Desember 2025 General Manager Aston Sidoarjo, David Eko Susanto, menyampaikan bahwa kreasi ini merupakan bentuk komitmen hotel dalam memulai langkah nyata menuju praktik ramah lingkungan.

Berita Terkait:  Nuanu Sambut Tahun Baru dengan Gelombang Baru Musik Elektronik Indonesia

“Kami ingin menunjukkan bahwa sustainability bisa dimulai dari hal paling sederhana dan dekat dengan aktivitas operasional. Bonggol nanas yang biasanya terbuang, kami olah menjadi simbol perayaan Natal yang memiliki nilai dan pesan. Harapannya, langkah kecil ini dapat menjadi awal perjalanan kami menuju konsep zero waste hotel,” ujarnya.

Setelah periode Natal usai, seluruh bonggol nanas akan diolah kembali menjadi pupuk organik yang digunakan untuk tanaman hidroponik hotel, menutup siklus limbah secara bertanggung jawab. Melalui langkah kreatif ini, hotel ingin menyampaikan pesan bahwa sustainability tidak selalu harus rumit.

Berita Terkait:  Hadirkan Listrik Andal, PLN Dukung Suksesi Djakarta Warehouse Project 2025 di Bali

Dimulai dari dapur, dari limbah kecil, dan dari ide sederhana, perubahan nyata bisa diwujudkan. Pohon Natal dari bonggol nanas ini menjadi simbol komitmen hotel untuk terus melangkah menuju praktik ramah lingkungan dan visi zero waste hotel, sekaligus menginspirasi industri perhotelan dan masyarakat luas untuk melihat limbah dari sudut pandang yang berbeda. (redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI