Urai Kemacetan Jalur Darat, Bali Rancang Pembangunan Empat Pelabuhan Logistik Strategis Terintegrasi

IMG-20261002-WA0136
KEMACETAN DI BALI - Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Kunjungan Kerja Badan Anggaran DPR RI di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026).(Barometerbali/Istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali merancang pembangunan empat pelabuhan laut strategis di kawasan utara dan timur Bali guna mengalihkan arus transportasi logistik barang agar tidak membebani simpul jalan di Bali Selatan. Rencana tersebut mendapat perhatian Banggar DPR RI yang juga menyoroti kinerja penerimaan perpajakan di Pulau Dewata.

Rencana besar penataan transportasi laut tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Kunjungan Kerja Badan Anggaran DPR RI di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026).

Berita Terkait:  DPPKB Tabanan Gelar Webinar “Sangkepan Bape Cager” untuk Dorong Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Empat pelabuhan yang dirancang bersama Kementerian Perhubungan tersebut meliputi Pelabuhan Celukan Bawang, Pelabuhan Sangsit, Pelabuhan Amed, dan Pelabuhan Gunaksa.

“Fungsi pelabuhan ini kami rancang sebagai sarana pengangkut logistik langsung dari Ketapang, Jawa Timur, menyebar ke utara dan timur Bali. Dengan demikian truk logistik tidak lagi menumpuk menyeberang lewat Gilimanuk yang kerap memicu macet total,” ujar Koster.

Koster menambahkan, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang kini berjalan melalui PT ASDP Indonesia Ferry dan Pelabuhan Gunaksa via skema investasi. Namun, dukungan kucuran APBN sangat dibutuhkan untuk pembangunan Pelabuhan Sangsit dan Amed.

Berita Terkait:  Gubernur Koster: Jangan Sampai Aset Pemprov Bali Tidur dan Dikuasai Orang Lain

Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR RI, H. Syarief Abdullah Alkadrie memaparkan bahwa diversifikasi ekonomi di luar pariwisata serta penguatan infrastruktur konektivitas sangat vital bagi Bali. Pada triwulan II-2026, ekonomi Bali tumbuh kuat sebesar 5,78 persen (yoy), di atas nasional (5,29 persen), tetapi sektor akomodasi makanan-minuman masih mendominasi PDRB hingga 21,91 persen.
Said juga memberikan apresiasi atas kinerja penerimaan negara di Bali yang dicatat oleh Kanwil DJP dan DJBC Bali hingga September 2026.

Berita Terkait:  Tekankan Pentingnya Karakter dan Etika, Gubernur Koster Sebut Pintar Matematika Saja Tak Cukup dalam Persaingan Global

“Penerimaan pajak di Bali hingga September 2026 telah mencapai Rp8,46 triliun atau tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini capaian positif, namun masih ada ruang memperkuat basis penerimaan dari sektor pariwisata, akomodasi, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital. Bea Cukai juga harus memfasilitasi ekspor produk UMKM Bali sekaligus tegas memungut barang ilegal,” ungkapnya. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI