Usai Anaknya, Tim SAR Temukan Ibu Balita Korban Banjir di Yeh Ge

Screenshot_20260124_002041_WhatsAppBusiness
Tim SAR gabungan menemukan korban Yuliana Da Costa Makum (29), ibu dari balita Audrey, dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. (red)

Barometer Bali | Tabanan – Setelah sebelumnya menemukan jasad balita Audrey (1,5 tahun), Tim SAR gabungan kembali menemukan korban terakhir banjir bandang di Banjar Kuwum Ancak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Korban bernama Yuliana Da Costa Makum (29), ibu dari balita Audrey, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Berdasarkan informasi di lapangan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah mencari pakan ternak di tepi Sungai Yeh Ge, tepatnya di Banjar Koripan Kaja, Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Saat ditemukan, posisi tubuh korban dalam keadaan telungkup.

Berita Terkait:  Deretan Bencana Alam Pasca Cuaca Ekstrem Melanda Jembrana, 5 Kecamatan Terdampak Bencana Angin Kencang

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa Yuliana merupakan korban terakhir yang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.

“Korban hanyut sejauh kurang lebih 6,9 kilometer dari lokasi kejadian dengan arah 180 derajat. Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi menuju RSUD Singasana menggunakan ambulans Bali Bhuana Rescue,” jelasnya.

Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, Operasi Pencarian dan Pertolongan yang melibatkan unsur TNI/Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, serta unsur terkait lainnya secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Berita Terkait:  Pidato Koster dan Pesan Penting di Hari Bulan Bahasa Bali

Atas nama pribadi dan organisasi, I Nyoman Sidakarya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang telah bekerja keras dan penuh dedikasi dalam proses pencarian. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya saat menghadapi cuaca ekstrem di musim penghujan, guna meminimalisir risiko dan korban jiwa di kemudian hari. (red)

Berita Terkait:  Kesepakatan Damai Pasca Pembakaran Kapal, Nelayan Ngemplakrejo Dilarang Gunakan Trawl dan Bondet

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI