Wabup Klungkung Buka FGD Tata Kelola Sampah Berbasis Tri Hita Karana di Semarapura Tengah

IMG-20260804-WA0028_Xoxim3YC0d
Foto: Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Sampah Rumah Tangga Berbasis Tri Hita Karana Kelurahan Semarapura Tengah. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (4/8). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Klungkung – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Sampah Rumah Tangga Berbasis Tri Hita Karana Kelurahan Semarapura Tengah. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (4/8).

FGD ini mengusung dua agenda utama, yakni memotret tata kelola sampah yang telah berjalan di Kabupaten Klungkung serta merumuskan strategi mewujudkan pengelolaan sampah rumah tangga yang berlandaskan kearifan lokal Tri Hita Karana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada pihak Universitas Udayana yang telah memilih Kelurahan Semarapura Tengah sebagai objek penelitian. Ia menekankan bahwa hasil riset akademis tidak boleh berhenti hanya sebatas teori.

Berita Terkait:  Bupati Adi Arnawa Targetkan Badung Jadi Pusat Sport Tourism, Padel Island Tournament Series By Nak Badung

“Kami berharap hasil penelitian dari Universitas Udayana ini tidak berhenti di atas kertas sebagai teori belaka, melainkan menjadi bahan kajian komprehensif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan demi kebaikan masyarakat,” ujar Wabup Surya Putra.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa penanganan masalah sampah tidak bisa semata-mata mengandalkan penyediaan alat penunjang atau teknologi pengolahan sampah. Menurutnya, partisipasi masyarakat yang dimulai dari lingkungan rumah tangga merupakan kunci utama keberhasilan program tersebut.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara struktur pemerintahan desa dan lembaga adat dalam mengedukasi warga.

Berita Terkait:  Wakil Bupati Klungkung Hadiri Penyineban dan Nuek Bagia Pule Kerthi di Pura Gelap Besakih

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan mesin atau alat semata, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat sejak dari rumah tangga. Peran lembaga adat sangat besar dan berpengaruh di Bali, sehingga sinergi antara dinas dan adat menjadi syarat mutlak keberhasilan tata kelola lingkungan ini,” tegasnya.

Melalui diskusi ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap dapat melahirkan solusi konkret dan terintegrasi untuk menyelesaikan permasalahan sampah, khususnya di wilayah Kelurahan Semarapura Tengah dan Kabupaten Klungkung pada umumnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dorong Pemanfaatan EBT Laut di Nusa Penida, Bali Harus Mandiri Energi

Kegiatan FGD ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung Ida Bagus Gede Eka Putra, perwakilan akademisi Universitas Udayana I Komang Gde Sukarsa, Lurah Semarapura Tengah, Bendesa Adat, serta jajaran perwakilan instansi terkait lainnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI