Barometer Bali | Bangli – Dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar upacara Bhakti Mepepada Agung Wewalungan yang dipusatkan di Catus Pata (Perempatan Agung) Kabupaten Bangli pada Selasa, 17 Maret 2026.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, didampingi oleh Asisten I Setda Kabupaten Bangli, seluruh jajaran Kepala Perangkat Daerah (OPD), Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Bangli, serta Ketua PHDI dan WHDI Kabupaten Bangli.
Upacara Mepepada Agung merupakan ritual penyucian terhadap hewan-hewan (wewalungan) yang akan dipergunakan sebagai sarana upakara Tawur Agung Kesanga. Tujuannya adalah agar roh hewan tersebut disucikan sehingga dalam penjelmaan berikutnya meningkat derajatnya.
Puncak prosesi Mepepada Agung kali ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba Tajung dari Griya Bukit Bangli. Seluruh jenis hewan kurban diarak mengelilingi Catus Pata sebagai simbol harmonisasi alam semesta.
Berbagai jenis satwa disiapkan dalam ritual ini untuk melengkapi sarana yadnya, di antaranya : Kebo (kerbau), godel (anak sapi), kambing, kucit butuan (anak babi), dan asu bang bungkem (anjing merah), Angsa, banyak, bebek blang kalung, cemaning, bulu gule, bulu sikep, bebek putih, bebek selem, hingga ayam (siap) manca sange.
Wakil Bupati I Wayan Diar menyampaikan bahwa partisipasi seluruh elemen pimpinan daerah dan tokoh agama dalam kegiatan ini merupakan wujud gotong royong serta komitmen menjaga tradisi dresta demi kesejahteraan masyarakat Bangli secara lahir dan batin (skala dan niskala). (rah)










