Wali Kota Bontang Lirik Mesin SOMYA Bali, Dinilai Berpotensi Jadi Solusi Pengolahan Sampah Kota Industri

Screenshot_20260716_174133_InCollage - Collage Maker
Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur, Dr. Hj. Neni Moerniaeni, bersama rombongan Forum Lingkungan Hidup se-Kota Bontang datang langsung meninjau proses kerja mesin ciptaan putra lokal Bali, AA Ngurah Panji Astika, di workshop SOMYA, Jalan Kusuma Bangsa No. 3, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Kamis (16/7/2026). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Setelah sebelumnya dikunjungi Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, kini inovasi mesin pengolah sampah organik SOMYA Rapid Digester kembali menarik perhatian pemerintah daerah. Kali ini, Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur, Dr. Hj. Neni Moerniaeni, datang langsung meninjau proses kerja mesin ciptaan putra lokal Bali, AA Ngurah Panji Astika, di workshop SOMYA, Jalan Kusuma Bangsa No. 3, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Neni didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Heru Triatmojo, S.P., M.Si., serta Ketua Forum Lingkungan Hidup Kota Bontang Eddy Susanto. Rombongan menyaksikan secara langsung proses pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan teknologi SOMYA yang mampu bekerja hanya dalam hitungan jam.

Wali Kota Neni mengatakan kunjungan itu merupakan bagian dari upaya mencari solusi inovatif dalam penanganan sampah sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Menurutnya, Bontang sebagai kota industri terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan melalui berbagai program.

“Setiap tahun Forum Lingkungan Hidup Kota Bontang mengadakan pertemuan dan berbagi pengalaman. Kota Bontang merupakan kota industri sehingga kami ingin membangunnya secara berkelanjutan. Banyak langkah yang sudah dilakukan, mulai dari pengelolaan sampah, pelestarian terumbu karang hingga pembangunan TPS3R. Hari ini kami ingin melihat lebih dekat bagaimana Mesin SOMYA Rapid Digester dapat mengolah sampah organik menjadi kompos secara cepat dan praktis. Yang datang ke sini juga para pengusaha termasuk pihak rumah sakit,” ungkap Neni.

Berita Terkait:  Proyek PSEL Resmi Dibangun di Bali, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah Per Tahun

Ia mengungkapkan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung potensi penerapan teknologi SOMYA di Kota Bontang yang setiap harinya menghadapi volume sampah dalam jumlah besar.
Menurut Neni, mesin SOMYA menawarkan efisiensi yang menarik karena mampu menyederhanakan proses pengolahan sampah sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

“Selanjutnya tentu akan kami kaji lebih lanjut. Dari sisi tenaga kerja lebih sederhana, dan kalau dihitung dari prosesnya, teknologi ini terlihat jauh lebih cepat. Kami berharap mesin ini bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Bontang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Lingkungan Hidup Kota Bontang, Eddy Susanto, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi sekadar isu daerah, melainkan telah menjadi tantangan global yang membutuhkan inovasi dan kolaborasi berbagai pihak.

“Kehadiran kami di sini selain untuk rapat koordinasi Forum Lingkungan Hidup Kota Bontang, juga karena mendapatkan informasi mengenai teknologi yang mampu mengonversi sampah organik menjadi kompos dalam waktu relatif singkat,” tuturnya.

Berita Terkait:  Koster Pacu Bali Capai Net Zero Emission 2045, Energi Surya Disiapkan Gantikan Fosil

Eddy menambahkan, Forum Lingkungan Hidup Kota Bontang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar yang tergabung dalam forum tersebut untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Hari ini saya berharap menjadi titik awal yang baik dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif di Kota Bontang,” tandasnya.

Sementara itu, inventor SOMYA Rapid Digester, AA Ngurah Panji Astika, menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkannya dirancang untuk menyelesaikan persoalan sampah organik langsung dari sumbernya. Berbeda dengan metode konvensional, mesin SOMYA mampu mengubah sampah organik menjadi kompos hanya dalam waktu sekitar delapan jam, sehingga proses pengolahan menjadi jauh lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.

Menurut Panji yang jebolan Teknik Mesin Universitas Brawijaya ini, mesin SOMYA mampu mengurangi volume sampah hingga 95 persen, sekaligus mencegah terbentuknya gas metana (CH₄) dan hidrogen sulfida (H₂S) yang selama ini menjadi penyebab bau serta berkontribusi terhadap pemanasan global. Dengan teknologi tersebut, proses pengolahan sampah tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca sebagaimana yang umumnya terjadi akibat penumpukan sampah organik di tempat pembuangan akhir.

Berita Terkait:  PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa Resmikan Rumah Bibit dan Serahkan Bantuan 1.000 Bibit Kopi pada Summer Camp IV di Riamau Wawo

Ia menjelaskan, mesin SOMYA tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga dapat diterapkan di berbagai lokasi, seperti kawasan permukiman, pasar tradisional, hotel, restoran, rumah sakit, kawasan industri, sekolah hingga perkantoran. Bahkan, teknologi ini menjadi salah satu yang mampu mengolah sampah langsung dari sumbernya sehingga dapat mengurangi beban pengangkutan dan volume sampah yang masuk ke TPA.

Selain itu, mesin SOMYA telah dilengkapi teknologi Human Machine Interface (HMI) dan Internet of Things (IoT) yang memudahkan operator dalam mengendalikan sekaligus memantau kinerja mesin secara real time. Material mesin juga dirancang kuat dan tahan lama sehingga mampu beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

“SOMYA kami kembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang cepat, praktis, dan berkelanjutan. Harapan kami, teknologi ini dapat membantu pemerintah daerah, dunia usaha, rumah sakit, hotel, pasar maupun masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” pungkas Panji Astika. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI