Barometer Bali | Denpasar – Pitenget Tumpek Krulut Kota Denpasar Tahun 2026 dipusatkan di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, pada Sabtu (3/1) petang. Acara ini dihadiri langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa dan Pj. Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Hadir pula Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, Jro Mangku Wisna (JMW),
perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, OPD Pemkot Denpasar beserta jajaran lainnya.
Sebagai hari suci yang juga merupakan piodalan Sang Hyang Aji Gurnita, upacara identik dengan tetangguran atau gambelan. Rangkaian upacara diawali dengan sesolahan Gender Wayang Sekehe Taman Suci Padangsambian dilanjutkan Palegongan Desa Sidakarya, dan selanjutnya diisi penampilan Angklung Wanita Kerthiyasa Suwung Batankendal. Acara kemudian dilanjutkan dengan Rindik (Joged Bumbung) Sekar Rahayu Banjar Pondok Paguyangan, dan Semarapegulingan Wanita Srikandi Metu Swara Banjar Pagan Kelod.
Selain itu, terdapat pula persembahan Gong Gede Wahana Gurnita Denpasar Selonding Kembang Gringsing, Gandrung Pura Majapahit Monang – Maning dilanjutkan Gong Kebyar Wanita Gita Maheswari Banjar Wangaya Kelod, Bebarongan Tirta Udiyana Sari Sanur dan Selonding Swstika Dharma Budaya Banjar Tegal Kuwalon. Ada pula sesolahan Rejang Dewa SMPN 1 Denpasar diiringi Sekehe Gong Gede dan Rejang Sari dari WHDI dan PHDI Kota Denpasar.
Seluruh rangkaian tadi dipuncaki dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling Griya Puniawati Banjar Bengkel, Sumerta.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, peringatan Rahina Tumpek Krulut setiap tahunnya dilaksanakan dengan pagelaran tetangguran serta persembahyangan bersama. Dimana, upacara ini sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Sang Hyang Widi Wasa.
Lebih lanjut dijelaskan, secara filosofis makna perayaan Tumpek Krulut adalah memuliakan Dewa Keindahan atau Sang Hyang Aji Gurnita dalam diri manusia. Sehingga manusia senantiasa diberikan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Keindahan/Lango banyak terdapat dalam karya seni, seperti gamelan atau musik.
“Sebagaimana tersurat dalam Lontar Prakempa dan Aji Gurnita, hari yang baik atau Dewasa Ayu untuk mengupacarai Sarwa Tetangguran atau Gamelan adalah Rahina Tumpek Krulut. Pada Rahina Tumpek Krulut kita memuja Dewa Iswara atau Kawiswara sebagai Dewa Keindahan, memohon waranugraha agar manusia terus menerus diberi kebahagiaan Sekala-Niskala, dalam konsep Satyam, Siwam, Sundaram,” jelasnya.
Jaya Negara berharap, perayaan Rahina Tumpek Krulut patut disyukuri sebagai anugerah Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan kebahagiaan Niskala dan Sekala kepada Manusia.
“Mari syukuri anugerah kebahagiaan dengan selalu mengedepankan kebersamaan, saling asah asih asuh, salunglung sabayantaka. Dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam menjaga keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali meliputi tradisi, seni, budaya, hingga kearifan lokal menjadi pondasi dalam mewujudkan tujuan pembangunan di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.
Sementara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan, dalam rangka Upacara Rahina Tumpek Krulut, Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kesra melaksanakan pagelaran tetangguran dan persembahyangan bersama.
“Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahunnya,”. (esa/rah)











