Walikota Jaya Negara Buka Festival Seni dan Budaya Kelurahan Sumerta

IMG-20250530-WA0043_yhYiDaNS8I
Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan membuka pelaksanaan Festival Seni dan Budaya Kelurahan Sumerta pada Jumat (30/5) yang dipusatkan di Taman Budaya Art Centre Denpasar. (barometerbali/pur/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, secara resmi membuka Festival Seni dan Budaya Kelurahan Sumerta ditandai dengan pemukulan gong, pada Jumat (30/5) yang dipusatkan di Taman Budaya Art Centre Denpasar. Festival yang mengangkat tema “Taksu, Tatwaning Adhiyatmika Kasukertan”, yang bermakna hakikat kejayaan dan kewibawaan menuju kesejahteraan, ini menjadi wadah pelestarian seni, budaya, serta kearifan lokal di masyarakat Kelurahan Sumerta.

Turut hadir dalam pembukaan acara ini Anggota DPD RI Dapil Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, serta Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Hadir pula tokoh masyarakat, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Lurah Sumerta I Wayan Eka Apriana, dan para undangan lainnya.

Berita Terkait:  Hentikan Tragedi Bunuh Diri, Upacara Parisudha Jagat Digelar di Jembatan Tukad Bangkung

Di sela-sela kegiatan, Walikota Jaya Negara bersama undangan lainnya berkesempatan mencicipi hasil Parade Ngelawar dari Sekehe Teruna banjar di Kelurahan Sumerta. Walikota Jaya Negara juga mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat identitas budaya masyarakat. Festival ini juga dinilainya sejalan dengan upaya Pemkot Denpasar dalam mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya.

“Festival ini bukan sekadar ajang hiburan, namun menjadi media edukasi, pelestarian, serta penguatan karakter budaya. Dengan semangat gotong royong dan menyama braya, kita bersama-sama merawat budaya sebagai identitas dan daya saing bangsa,” ujar Jaya Negara.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Ajak Masyarakat Saksikan Peresmian Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru

Sementara itu, Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, dalam laporannya menyampaikan bahwa festival ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Jumat 30 Mei hingga Sabtu 31 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan mempererat rasa kebersamaan dan kekompakan warga melalui berbagai agenda seni dan budaya.

Beberapa kegiatan yang mewarnai festival tahun ini antara lain Parade Ngelawar yang diikuti oleh sekaa teruna se-Kelurahan Sumerta, Lomba Gebogan oleh peserta PKK banjar, serta Lomba Busana Adat ke Pura dari peserta lansia. Acara pembukaan juga dimeriahkan oleh penampilan Inaugurasi Jelajah Pesona Sumerta.

Berita Terkait:  Aksi Balap Liar Picu Kecelakaan, 5 Orang Alami Luka-Luka

Pada hari kedua, festival akan dilanjutkan dengan Lomba Mewarnai untuk anak-anak TK dan Lomba Baleganjur Ngarap se-Bali, yang diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat lintas generasi dan wilayah.

Sebagai penutup, akan dilaksanakan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, serta hiburan khas Bali berupa penampilan Bondres Dadong Rerod, yang telah menjadi ikon dalam pertunjukan tradisional Bali.

“Kami berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, tidak hanya dari sisi kualitas, tetapi juga dari sisi cakupan dan partisipasi masyarakat,” ujar Lurah Eka Apriana. (pur/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI