Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara simbolis Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup I, ditandai dengan pemukulan Gong, bertempat di Balai Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara Sabtu (17/8). (Sumber: barometerbali/Arya)
Denpasar | barometerbali – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara berkesempatan membuka secara simbolis Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup I, yang mempertandingkan peserta antar ranting Se-Kota Denpasar. Acara yang digelar dalam rangka menyambut Hari Puputan Badung, serta dipusatkan di Balai Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Sabtu (17/8) dibuka dengan ditandai pemukulan gong.
Tujuan dari diselenggarakan kejuaraan yang digelar selama dua hari sejak tanggal 17 hingga 18 Agustus 2024 ini adalah untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap silat sebagai budaya asli Bangsa Indonesia serta melatih kemampuan para atlet sekaligus memupuk tali persaudaraan antar ranting. Adapun kategori dalam kejuaraan ini adalah kategori laga/tanding, kategori serang hindar serta kategori berpasangan.
Walikota Jaya Negara menyambut baik pelaksanaan Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup I tersebut. Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara sangat mendukung kejuaraan seperti ini guna menjaring atlet-atlet silat baru yang ada di Kota Denpasar.
“Pemkot Denpasar sangat mendukung pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan seperti ini karena dapat menjaring atlet-atlet silat baru yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Denpasar,” ungkapnya.
Selebihnya, Walikota Jaya Negara juga mengajak para peserta dan penyelenggara untuk senantiasa menjunjung sportivitas dalam pertandingan sehingga acara dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup I, Gede Pramana mengatakan, acara ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan. “Harapan dari kegiatan ini adalah guna mengasah skill anggota perguruan Silat Perisai Diri di kota Denpasar serta diharapkan mampu bersaing di antar perguruan silat yang ada di Indonesia khususnya di Bali, dengan jiwa budi luhur tanpa harus merendahkan perguruan lain,” jelas Pramana.
Pihaknya berharap kejuaraan ini dapat berlangsung setiap tahunnya. Adapun peserta yang ikut serta dalam kejuaraan ini, imbuh Pramana merupakan perwakilan dari dua belas ranting dengan atlet yang bertanding sebanyak 282 atlet. Dengan rincian 172 atlet Laki laki dan 110 atlet perempuan dari tingkat SD hingga SMA. (213)
Editor: Sintya











