Wamendes PDTT Pengelolaan Dana Desa Harus Transparan dan Akuntabel

IMG_20250912_093333
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDTT) Ir H Ahmad Riza Patria, pada Kamis (11/9/2025) (barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDTT) Ir H Ahmad Riza Patria, menekankan pentingnya penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri peluncuran program Jaga Desa yang digelar oleh kejaksaan tinggi Bali, pada Kamis (11/9/2025), di kantor Kejaksaan Tinggi Bali.

Riza menyatakan, sejak pertama digulirkan pada 2015, dana desa telah menjadi tulang punggung pembangunan di lebih dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia.

Hingga kini, total alokasi yang dikucurkan mencapai Rpb 681 triliun. Dana itu digunakan membangun jalan, jembatan, irigasi, fasilitas air bersih, MCK, posyandu, tambatan perahu, poliklinik, sarana olahraga, dan berbagai infrastruktur lainnya.

Berita Terkait:  Akses Warga ke Pura Dibatasi, Pansus TRAP DPRD Bali Tutup Sementara Proyek PT Jimbaran Hijau

Menurutnya, program ini juga berkontribusi nyata dalam menekan angka kemiskinan serta mengurangi stunting.

“Semua ini adalah bukti bahwa desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama pembangunan di Indonesia,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan, semakin besar dana yang dikelola, semakin besar pula tanggung jawab aparat desa.

Korupsi sekecil apa pun, kata Riza, dapat mencederai amanah rakyat dan menghambat cita-cita besar pembangunan desa. Karena itu, kehadiran aplikasi Jaga Desa dinilai penting, bukan sekadar sebagai perangkat teknologi, tetapi juga wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Berita Terkait:  Transaksi TPPU Pakaian Bekas Rp1,3 Triliun, Polisi Sita Aset Dua Tersangka Rp22 Miliar

Ia juga menyinggung program ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Astacita ke-6, yang menekankan pentingnya membangun Indonesia dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Hari ini kita wujudkan arahan itu melalui kolaborasi nyata. Kehadiran Jaksa Agung Muda dan Gubernur Bali menunjukkan bahwa negara hadir untuk mengawal desa agar bersih, kuat, dan sejahtera,” kata Riza.

Ia menekankan, pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal integritas, transparansi, dan gotong royong. Desa yang mampu menjaga amanah dana pembangunan akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan Indonesia. Kehadiran kearifan lokal, sambungnya, juga menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah.

Berita Terkait:  Ungkap Curanmor di Proyek Vila, Reskrim Polsek Blahbatuh Tangkap Pelaku di Badung

“Program Jaga Desa yang digagas Jamintel ini sangat penting, karena membantu para kepala desa agar tidak tergoda menyalahgunakan dana desa,” katanya.

Riza optimistis dengan sinergi dan pengawasan yang ketat, desa-desa di Indonesia akan semakin maju, bersih dari praktik korupsi, serta mampu berkontribusi lebih besar bagi kesejahteraan rakyat.

“Dengan menjaga desa, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Indonesia,” pungkasnya. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI