Barometer Bali | Denpasar – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDTT) Ir H Ahmad Riza Patria, menekankan pentingnya penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri peluncuran program Jaga Desa yang digelar oleh kejaksaan tinggi Bali, pada Kamis (11/9/2025), di kantor Kejaksaan Tinggi Bali.
Riza menyatakan, sejak pertama digulirkan pada 2015, dana desa telah menjadi tulang punggung pembangunan di lebih dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia.
Hingga kini, total alokasi yang dikucurkan mencapai Rpb 681 triliun. Dana itu digunakan membangun jalan, jembatan, irigasi, fasilitas air bersih, MCK, posyandu, tambatan perahu, poliklinik, sarana olahraga, dan berbagai infrastruktur lainnya.
Menurutnya, program ini juga berkontribusi nyata dalam menekan angka kemiskinan serta mengurangi stunting.
“Semua ini adalah bukti bahwa desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama pembangunan di Indonesia,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan, semakin besar dana yang dikelola, semakin besar pula tanggung jawab aparat desa.
Korupsi sekecil apa pun, kata Riza, dapat mencederai amanah rakyat dan menghambat cita-cita besar pembangunan desa. Karena itu, kehadiran aplikasi Jaga Desa dinilai penting, bukan sekadar sebagai perangkat teknologi, tetapi juga wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia juga menyinggung program ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Astacita ke-6, yang menekankan pentingnya membangun Indonesia dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Hari ini kita wujudkan arahan itu melalui kolaborasi nyata. Kehadiran Jaksa Agung Muda dan Gubernur Bali menunjukkan bahwa negara hadir untuk mengawal desa agar bersih, kuat, dan sejahtera,” kata Riza.
Ia menekankan, pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal integritas, transparansi, dan gotong royong. Desa yang mampu menjaga amanah dana pembangunan akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan Indonesia. Kehadiran kearifan lokal, sambungnya, juga menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah.
“Program Jaga Desa yang digagas Jamintel ini sangat penting, karena membantu para kepala desa agar tidak tergoda menyalahgunakan dana desa,” katanya.
Riza optimistis dengan sinergi dan pengawasan yang ketat, desa-desa di Indonesia akan semakin maju, bersih dari praktik korupsi, serta mampu berkontribusi lebih besar bagi kesejahteraan rakyat.
“Dengan menjaga desa, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Indonesia,” pungkasnya. (rian)











