Warga Kenjeran Meninggal saat Antre di Ruang ICU, RSUD Soewandhie: Keluarga Tolak Rujukan

Foto: Suasana antrean pasien di RSUD dr Soewandhie, Surabaya (BB/Redho)

Surabaya | barometerbali – Sebelumnya diberitakan bahwa terdapat seorang ibu yang meninggal saat antre ruang ICU di RSUD dr Soewandhie. Terkait hal tersebut, Direktur Rumah Sakit Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh mengatakan bahwa, pihak keluarga tidak mau merujuk ke rumah sakit lain.

“Kronologisnya, tanggal 27 Mei dia diterima di IGD Soewandhie. Pas dia datang ke kamar kita sudah penuh. Karena penuh kami tawarkan rujuk ke rumah sakit lain, tapi keluarga menolak,” terang dr Billy ketika dihubungi awak media, Jumat (2/6/2023).

Berita Terkait:  HUT ke-38 WHDI Bali, Koster Titipkan 3 Hal Penguatan Pelestarian Budaya Bali

dr Billy mengatakan bahwa sesuai aturan SOP rumah Slsakit jika pihaknya menawarkan rujukan tetapi ditolak. Ia pun mengatakan sudah ada tanda tangan penolakan dari pihak keluarga pasien yang meninggal, Asiasi (53) warga Tanah Kali Kedinding, Kenjeran.

“Sudah (pihak keluarga) ada tanda tangannya mulai IGD sampai ICU menolak rujuk. Standar (SOP) kalau ruangan penuh harus rujuk RS lain, mereka menolak,” jelasnya.

Kata dia, pihaknya ketika melakukan tawaran rujuk langsung ada pilihan ke RS Soetomo atau RS Unair. “Selain itu juga sda rujukan terbuka, kepadanya RS jadi kemanapun bisa diterima,” tuturnya.

Berita Terkait:  Nekat Curi Motor di Duduksampeyan, Pria Asal Surabaya Lompat ke Truk Trailer Hingga Akhirnya Ditangkap Warga

Dalam kronologi awal, lanjut dr Billy, saat itu pihak RS Soewandhie menerima di IGG. Tetapi saat datang kamar rumah sakit sudah penuh.

“Karena penuh, kami tawarkan rujuk keluarga menolak. Saat itu kondisi (pasien) sudah naik turun. Diperiksa dokter pasien ada gangguan paru-paru,” tandasnya.

Saat kondisi mulai menurun, RS Soewandhie menawarkan masuk ruang ICU, namun penuh. Akhirnya, pihaknya menawarkan rujuk rumah sakit lain.

“Tanggal 31 Mei dia masuk ICU inden pertama. Tapi karena kondisi, kita selalu tetap tawarkan, dia mau udah ada tempat di dalam. Tapi saat dia menurun dan dokter bilang kondisi meninggal di ruang teratai,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Buka Seminar Aksara Kawi, Putri Koster Tegaskan Perbedaan Budaya adalah Kebanggaan yang Harus Dirawat

Lebih lanjut dr Billy menambahkan, pihak keluarga pasien tidak beritahu alasan mereka tidak mau merujuk pasien ibunya ke rumah sakit lain.

“Tapi kita punya beberapa temuan kalau masuk ICU di tempat lain pasti nambah pengeluaran minimal, bahan habis pakai ortunya misal pampers, alat mandi kalau di Soewandhie, semua ditanggung Pemkot,” pungkasnya.

Reporter: Redho

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI