Waspada ‘Kalap Makan’ saat Lebaran, Ini Cara Nikmati Opor dan Rendang Tetap Aman

BARO MAR F 40
Menu makanan khas Lebaran, disarankan jangan "kalap makan" saat menikmatinya. (barometerbali/dok.net)

Barometerbali.com | Denpasar – Lebaran identik dengan hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, hingga kue kering yang sulit ditolak.

Namun, di balik kenikmatan tersebut, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan hingga lonjakan gula dan kolesterol usai hari raya.

Lalu, bagaimana cara tetap menikmati makanan Lebaran tanpa ‘efek samping’ bagi kesehatan?

Direktur RS Ibnu Sina dr Soni mengingatkan bahwa makan enak saat Lebaran sebenarnya sah-sah saja, asal tidak berlebihan dan tetap menjaga keseimbangan nutrisi.

Menurutnya, kebiasaan “balas dendam makan” setelah sebulan berpuasa sering membuat banyak orang lupa diri.

Berita Terkait:  6 Makanan dan Minuman yang Dikira Sehat Ini Ternyata Bisa Picu Masalah Kesehatan, Jangan Tertipu Label!

Akibatnya, tubuh mengalami berbagai gangguan, mulai dari berat badan naik drastis, gangguan pencernaan, hingga lonjakan kadar gula dan kolesterol.

“Sering kali kita terlalu fokus pada makanan enaknya, tapi lupa tubuh juga butuh serat, protein, dan vitamin,” ujarnya.

Kenapa Banyak Orang ‘Tumbang’ Setelah Lebaran?

Saat Lebaran, mayoritas makanan cenderung tinggi lemak dan gula, seperti santan, daging, serta camilan manis.

Tanpa disadari, pola makan menjadi tidak seimbang karena minim serat dan nutrisi penting lainnya.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan kombinasi gizi lengkap, mulai dari:

Berita Terkait:  Atur Pengeluaran! 5 Tips Hemat saat Bulan Puasa yang Bisa Kamu Terapkan

Karbohidrat

Protein

Vitamin dan mineral

Cairan yang cukup

Tips Aman Makan Enak Saat Lebaran (Biar Tetap Sehat)

Agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa risiko kesehatan, berikut tips yang disarankan:

Ambil porsi kecil dulu dan jangan langsung “lapar mata”.

Mulai dengan porsi kecil untuk menghindari makan berlebihan.

Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau roti gandum agar kenyang lebih lama.

Utamakan protein sehat seperti ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, dan tempe membantu menjaga metabolisme.

Jangan lupa sayur dan buah karena serat penting untuk menjaga pencernaan, apalagi setelah makan makanan bersantan.

Berita Terkait:  20 Tempat Buka Puasa Ramadan di Bali yang Makanannya Enak (Bagian 2)

Batasi makanan manis, cukupi cairan tubuh, minum air putih cukup untuk menjaga hidrasi.

Jangan Rebahan Terus, Ini Penting!

Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan juga penting.

Jalan santai setelah makan bisa membantu tubuh tetap bugar dan mencegah penumpukan lemak.

Bagi penderita diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, kontrol pola makan saat Lebaran menjadi lebih krusial.

Pasalnya, mereka lebih rentan mengalami komplikasi jika tidak menjaga asupan. (ari)

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI