Waspada! Modus Baru Penipuan di Facebook: Pura-pura Beli Grup, Lalu Dibajak

IMG-20251026-WA0020
Foto: Tren penipuan terbaru dengan nomer Whatsapp 081374181411. (barometerbali/redho) 

Barometer Bali | Surabaya – Pemilik grup dan fanspage Facebook wajib ekstra waspada. Tren penipuan terbaru menargetkan pengelola komunitas online dengan tawaran “membeli grup” harga fantastis mulai Rp5 juta hingga Rp20 juta, seperti yang dilakukan penipu dengan nomer Whatsapp 081374181411 ini, pada Sabtu (25/10/2025).

Si penipu berpura-pura membeli grup Facebook untuk digunakan Shopee Affiliate.

Tapi di balik angka besar itu, ada trik rapi yang bisa membuat pemilik kehilangan kontrol total atas grup dalam hitungan menit.

Syaratnya tampak sederhana namun berbahaya, semua admin lain dikeluarkan sehingga hanya tersisa satu admin, lalu pemilik diminta mengundang kembali akun yang tampaknya milik admin lama.

Berita Terkait:  Nur Imamah Dilaporkan ke Polisi, Diduga Gelapkan Uang Arisan Rp 250 Juta

Di sinilah jebakan pelaku telah membuat akun duplikat menyamarkan dirinya sebagai admin lama lalu meminta diangkat menjadi admin kembali.

Setelah akun palsu itu jadi admin, pelaku langsung mengeluarkan pemilik asli dan menguasai grup atau fanspage.

Modus ini mengandalkan dua hal, kepercayaan cepat dan ketidaktelitian pada identitas akun.

Sifatnya menyerang kelemahan prosedur pengelolaan grup yang mudah dikomodifikasi.

Akibatnya, banyak komunitas yang kehilangan akses, data, dan anggota aktif serta berujung pada kerugian reputasi dan ekonomi kalau grup tersebut monetisasi.

Berita Terkait:  Jurnalis Surabaya Laporkan Penyebaran Rekaman CCTV ke Polrestabes, Diduga Langgar KUHP Baru

Langkah pencegahan praktis (harus dilakukan pemilik dan admin)

  1. Jangan pernah menghapus admin kecuali ada proses audit internal. Selalu simpan minimal dua admin tepercaya.
  2. Verifikasi identitas akun sebelum melakukan perubahan, periksa profil, foto, teman bersama, dan aktivitas lama. Akun duplikat biasanya baru dibuat dan minim aktivitas.
  3. Gunakan fitur keamanan Facebook: aktifkan notifikasi admin, catat riwayat perubahan pengurus, dan batasi siapa yang bisa menambahkan admin.
  4. Simpan bukti komunikasi (screenshot, chat, bukti transaksi) bila ada yang menawarkan pembelian.
  5. Ajak pelaku (penipu) telpon video call.
Berita Terkait:  Karyawan Curi 11,5 Kg Perhiasan Emas, Pemilik Toko di Jembrana Rugi 2,5 Miliar

Jika sudah terlanjur kehilangan akses segera laporkan ke Help Center Facebook melalui fitur “Report a compromised account” dan “Report a hacked group”, juga laporkan ke pihak kepolisian setempat dengan bukti transaksi dan komunikasi, terutama jika ada aliran dana.

Tawaran besar memang menggoda, tapi harga itu tidak sebanding bila komunitas dan reputasi hilang.

Selalu utamakan kehati-hatian, verifikasi ganda, dan SOP internal yang kuat. Grup dan fanspage adalah aset digital lindungi layaknya aset nyata. (redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI