World Cleanup Day 2026, Pemkab Badung Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Kawasan Mangrove

InCollage_20260925_213005782_W4rqJzMC8N
WORLD CLEANUP DAY - Sekda Surya Suamba saat aksi bersih lingkungan memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9). (Barometer Bali/Rah/Red)

Barometer Bali | Badung – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar aksi bersih lingkungan guna memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9).

Dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba yang mewakili Bupati Badung, kegiatan bertema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” ini melibatkan sekitar 300 peserta dari unsur pemerintahan, dunia usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat.

Aksi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Menteri Lingkungan Hidup RI tentang Dukungan Kegiatan World Cleanup Day Indonesia 2026 guna menguatkan sinergi serta peran generasi muda sebagai pelopor pelestarian lingkungan pesisir.

Berita Terkait:  Gandeng ITS Surabaya, Pemkab Badung Rilis AMDK Botol Kaca Baliss Ramah Lingkungan

World Cleanup Day menjadi momentum mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah. “Yang ingin kita bangun adalah generasi yang tidak hanya peduli saat melihat sampah berserakan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mencegah, mengurangi, memilah dari sumbernya, dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan,” ujar Surya Suamba.

Sekda menegaskan bahwa pemilihan kawasan mangrove memiliki makna vital bagi ekosistem pesisir dan habitat biota, sehingga kebersihannya harus dijaga demi fungsi ekologis jangka panjang. “Kita berharap kegiatan hari ini tidak berhenti pada memungut dan mengangkut sampah. Yang lebih penting adalah mencegah sampah tersebut muncul dan mengubah perilaku sehari-hari. Mari kita mulai perubahan itu dari hari ini, dari tempat ini, dari diri kita masing-masing untuk mewujudkan Badung yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Berita Terkait:  BPK Wilayah XV Usulkan Kerta Gosa dan Museum Semarajaya Jadi Cagar Budaya Nasional

Semangat aksi ini diwujudkan melalui empat pilar kemerdekaan sampah, yakni merdeka dari kebiasaan membuang sampah sembarangan, penggunaan plastik sekali pakai, sikap acuh terhadap lingkungan, serta ketergantungan pengelolaan sampah. Tidak sekadar dipungut, sampah seberat ratusan kilogram yang terkumpul dari kawasan pesisir tersebut langsung ditimbang dan dipilah ke dalam jenis organik, anorganik, plastik, serta residu untuk diolah lebih lanjut secara berkelanjutan melalui fasilitas pengolahan sampah dan yayasan mitra lingkungan.

Berita Terkait:  Dari Aset Mangkrak hingga Lahan Strategis, Gubernur Koster Genjot Optimalisasi Aset Bali

Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Badung, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, Pimpinan Instansi Vertikal, Camat Kuta Selatan beserta jajaran, para Lurah, Bendesa Adat, BUMD, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Yowana serta undangan lainnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI