Wujudkan Visi Bali Era Baru 100 Tahun, Pemkab Jembrana Matur Piuning di Pura Jagatnata Jembrana

IMG-20251225-WA0002
Foto: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati IGN Patriana Krisna melaksanakan persembahyangan bersama Matur Piuning di Pura Jagat Natha, Rabu (24/12). (barometerbali/hum/rah)

Barometer Bali | Jembrana – Menandai dimulainya langkah besar transformasi pembangunan Bali ke depan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati IGN Patriana Krisna melaksanakan persembahyangan bersama Matur Piuning di Pura Jagat Natha, Rabu (24/12).

Prosesi religi ini dilaksanakan sebagai permohonan doa restu agar pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 dapat berjalan lancar dan memberikan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual. Selain sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kegiatan ini juga menjadi momentum penyatuan visi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mendukung kebijakan strategis jangka panjang Pemerintah Provinsi Bali.

Berita Terkait:  Siap Berkontribusi, 48 Pramuka Penggalang Jembrana Dilepas ke Jambore Daerah Bali 2025

Pura Jagat Natha dipilih sebagai lokasi persembahyangan karena memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Jembrana. Diharapkan, energi niskala dari tempat suci tersebut mampu memberikan kekuatan dan semangat bagi seluruh jajaran pemerintahan dalam menjalankan tugas-tugas pembangunan yang visioner dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jembrana, Sekretaris Daerah Jembrana, para pimpinan perangkat daerah, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, sebagai wujud soliditas dan kebersamaan dalam kepemimpinan daerah.

Berita Terkait:  Posyandu Desa Adat Tegal Darmasaba Jadi Lokasi Aksi Sosial TP Posyandu Bali bersama Ibu Putri Koster

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan bahwa persembahyangan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali. Untuk tingkat provinsi, kegiatan dipusatkan di Pura Besakih, sementara kabupaten/kota melaksanakan di pura-pura yang diyakini memiliki kekuatan niskala.

“Hari ini kita memulai secara niskala proses pelaksanaan Bali Era Baru untuk 100 tahun ke depan. Ini adalah sebuah konsep besar yang dirumuskan oleh para pakar Bali sebagai arah dan cetak biru pembangunan Bali,” ujarnya.

Berita Terkait:  Gandeng Fuji Academy, Pemkab Jembrana Pacu Kompetensi Calon Tenaga Kerja untuk Pasar Kerja Jepang

Ia menambahkan, konsep Bali Era Baru 100 Tahun merupakan blue print pembangunan jangka panjang agar pembangunan Bali tidak berjalan tanpa arah. Dengan adanya panduan tersebut, pembangunan di Bali diharapkan terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Kalau kita berjalan tanpa arah dan tanpa blue print, pembangunan akan sulit. Dengan adanya Bali Era Baru 100 Tahun, semua akan mengarah ke tujuan yang sama. Hari ini kita memulai tonggak sejarah itu,” tandasnya. (hum/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI