Barometer Bali | Denpasar – Pengembangan karier melalui peningkatan kompetensi akademik menjadi fondasi penting dalam menciptakan birokrasi yang adaptif di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan. Semangat belajar mandiri yang ditunjukkan oleh para petugas merupakan manifestasi nyata dari upaya memperkuat sumber daya manusia yang profesional dan kompeten. Peningkatan kualifikasi ini menjadi motor penggerak transformasi internal untuk memastikan setiap aspek layanan dan pembinaan terhadap warga binaan berjalan dengan standar integritas yang lebih tinggi.
Bertempat di aula tertutup Lapas Kelas IIA Kerobokan, upacara kenaikan pangkat penyesuaian ijazah pada Rabu, (25/2/2026)
Sebanyak 14 orang pegawai resmi menerima surat keputusan kenaikan pangkat setelah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi di tengah kesibukan menjalankan tugas pengamanan dan pembinaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan atas dedikasi serta kualifikasi akademik baru yang diraih, sekaligus memotivasi seluruh jajaran agar terus meningkatkan kapasitas diri demi pelayanan publik yang lebih prima.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, memberikan penegasan bahwa gelar akademik yang disandang harus berbanding lurus dengan perubahan pola pikir dan integritas di lapangan.
“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar perubahan angka pada golongan, melainkan tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi. Saya berharap bekal ilmu yang didapat mampu menghadirkan inovasi segar dalam sistem pemasyarakatan kita,” ujarnya.
Ia mengatakan, momentum ini menjadi simbol bahwa di balik tembok jeruji, semangat untuk bertumbuh dan memanusiakan manusia tetap menyala melalui keteladanan para petugasnya. (Red)










