Monday, 26-02-2024
Peristiwa

Gempabumi M 4,8 Getarkan Bali dan Lombok

Grafis: Gempabumi tektonik berkekuatan M=4,8 guncang Bali dan Lombok (NTB) Kamis, (25/1/2024) pukul 22.41.28 Wita. (Sumber: BMKG)

Denpasar | barometerbali – Gempabumi tektonik mengguncang wilayah Bali dan Lombok Kamis, (25/1/2024) pukul 22.41.28 Wita.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima barometerbali.com, Kamis (25/1/2024) menjelaskan dari hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,8. Episenter terletak pada koordinat 8,99° LS; 115,69° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km Tenggara Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 101 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dibawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik dengan kombinasi mendatar (oblique thrust fault),” papar Cahyo.

Lebih lanjut Cahyo menjelaskan dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Kuta, Kuta Selatan, Tabanan, Klungkung, Bangli, Gianyar, Karangasem, Denpasar II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang – Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Lombok Utara, Sumbawa Barat II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) .

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Cahyo.

Gempabumi Susulan

Cahyo menambahkan hingga hari Kamis, 25 Januari 2024 pukul 22.55 Wita hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya. (213)

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button