6 Jenazah Korban Longsor Cangar Tiba di Rumah Duka

WhatsApp Image 2025-04-05 at 07.41.46
Foto: 6 jenazah korban longsor cangar tiba di rumah duka. (barometerbali/redho)

Barometerbali.com | Sidoarjo -Tepat pukul 19.50 WIB dengan dikawal foreraider Polres Batu sebanyak 6 mobil ambulans yang mengangkut 6 peti mayat sekeluarga tiba di rumah duka, yang diberangkatkan dari RS Bhayangkara Hasta Brata kota Batu, sekitar pukul 17.00 WIB.

Keenam sekeluarga yang menjadi korban tanah longsor di kawasan hutan Cangar Kab. Batu ini, yang Jenazahnya sudah di sucikan di rumah sakit antara lain H. Wahyudi (65) ayahnya Majid, Hj. Jainah (60) ibunya Majid, Saudah (60) ibu mertua Majid, Rani Anggraeni (28) istri Majid dan kedua anaknya bernama Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6) dan Putri Qiana Ramadhania (2). Sedangkan Majid, merupakan anak keempat atau Ragil pasangan H. Wahyudi dan Hj. Jainah.

Dari 6 jenazah korban yang datang beriringan, 5 korban diserahterimakan di rumah duka jalan Dusun Pasegan, Kloposepuluh, dan satu jenazah yakni Saudah diserahterimakan di rumah dukanya di Desa Suruh, Kec. Sukodono dengan jarak sekitar 2 kilometer.

Di rumah Majid, tangis duka keluarga semakin menyeruak histeris saat 5 peti jenazah diturunkan dari ambulance dan ditempatkan di pelataran rumah sebelum diberangkatkan ke Masjid Baitul Maghfirah untuk di Shalati yang bersebelahan dengan Makam Islam Dusun Pasegan, Desa Kloposepuluh.

Berita Terkait:  Ketua Dekranasda Bali, Bunda Putri Koster Tekankan Disiplin Diri dan Ketulusan sebagai Kunci Kemajuan UMKM

Tragedi peristiwa tanah longsor yang terjadi Kamis jelang siang kemarin, sangat mengejutkan keluarga dan kerabatnya. Sudio Husodo anak pertama atau anak sulung pasangan korban H. Wahyudi dan Hj. Jainah menceritakan, rombongan sekeluarga satu mobil Innova Reborn warna Biru Metalik dengan No. Pol. L 1217 NT sebelum berangkat silaturahmi ke sanak saudara di Desa Masangan Wetan, Sukodono dan ke Batu, telah ada firasat beberapa kejadian. Sehari sebelum berangkat, tidak seperti biasanya Majid tiba – tiba jadi pendiam ketika diajak bicara keluarga dan kerabatnya, padahal tidak ada masalah apapun yang dialami rumah tangga Majid semuanya baik – baik saja.

“Adik saya tiba – tiba pendiam sering dengan tatapan kosong. Kami semuanya disini tinggal serumah bersama orang tua dan keluarga adik bungsu, sedangkan keluarga adik saya perempuan yang nomer dua tinggal di Nganjuk, dan keluarga adik saya perempuan yang nomor tiga tinggal di Desa Ciro Sidoarjo. Kami yang serumah mengerti betul suasana keluarga besar kami penuh keakraban, padahal sama sekali tidak ada masalah apapun semuanya baik – baik saja,” cerita Dio sapaan akrab Sudio.

Berita Terkait:  JNE Denpasar dan HIPMI Bali Resmi Teken Kerja Sama Pengiriman Produk UMKM

“Biasanya di lebaran tahun – tahun sebelumnya keluarga saya selalu ikut bawa mobil sendiri berlebaran di rumah sanak saudara. Saat kemarin itu keluarga saya tidak ada firasat apa – apa tidak ikut rombongan, hanya saja karena kepikiran ngasih makan ternak di belakang rumah kalau semuanya ikut,” imbuh ceritanya.

Kejadian lainnya yang kemungkinan sebagai firasat pertanda, yaitu kamis pagi sebelum berangkat Majid yang membeli parfum baru saat disemprotkan ke badannya tiba – tiba tombol spray-nya macet menyemprot terus menerus. 

“Parfum yang baru dibeli adik saat disemprotkan di badannya tiba – tiba tombolnya macet dan terus menyemprot. Karena macet, adik keluar kamarnya kemudian terus menyemprotkan parfumnya di kamar mandi, di dapur, sampai di ruang tamu sampai habis isi parfumnya. Seisi rumah jadi bau aroma wangi,” pungkas cerita Dio Jumat pagi yang masih diselimuti duka menunggu kabar nasib 6 keluarganya yang belum ditemukan.

Berita Terkait:  BEM Unud Soroti Tantangan dan Permasalahan Bali, Koster: Solusinya Haluan 100 Tahun Bali Era Baru

Tampak pejabat yang turut hadir takziah di rumah duka malam itu, dari rombongan Dinas Sosial Prov. Jatim, Kombes. Pol. Christian Tobing Kapolresta Sidoarjo, serta Sumardi Kepala Desa Kloposepuluh. Sedangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sidoarjo Subandi, rencananya hadir takziah pada Sabtu pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB.

Malam itu juga sekitar pukul 20.30 WIB, usai di Shalati ke enam peti jenazah sekeluarga korban tanah longsor di Cangar, disemayamkan di dusunnya masing – masing. 5 korban dikebumikan di Pemakaman Islam yang sama dengan Masjid di Dusun Pasegan, Desa Kloposepuluh, dan peti jenazah sudah dikebumikan di Pemakaman Islam di Desa Suruh, Kec. Sukodono, Sidoarjo. (Redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI