Barometer Bali | Jembrana – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Wabup Ipat), hadir melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Pujawali di Pura Melanting Pasar Umum Negara, Rabu (13/5). Prosesi yang jatuh tepat pada Rahina Buda Kliwon Gumbreg ini menjadi momentum spiritual krusial bagi stabilitas ekonomi masyarakat di Bumi Makepung.
Pura Melanting, yang secara filosofis merupakan stana Dewa Kemakmuran, menjadi pusat konsentrasi doa bagi para pedagang dan pengelola pasar. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ipat menekankan bahwa keberadaan pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi fisik, melainkan jantung kehidupan sosial-ekonomi daerah yang harus dijaga keseimbangannya, baik secara sekala (lahiriah) maupun niskala (batiniah).
“Piodalan ini adalah bentuk rasa syukur kita sekaligus permohonan agar pusat perekonomian Jembrana ini selalu diberkati. Kami berharap, vibrasi positif dari doa bersama ini dapat membangkitkan semangat para pedagang untuk terus produktif,” ujar Wabup Ipat usai prosesi persembahyangan .
Lebih lanjut, Wabup Ipat menyoroti pentingnya aspek pelayanan dan kepuasan pelanggan dalam ekosistem pasar. Menurutnya, pasar yang nyaman dan memiliki aura positif akan secara otomatis menarik minat masyarakat untuk berbelanja, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang lokal.
“Jika suasana pasar harmonis dan spiritualitasnya terjaga, pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih baik. Kita ingin masyarakat merasa puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan harga yang stabil serta suasana yang kondusif,” imbuhnya.
Kehadiran orang nomor dua di Jembrana ini juga didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dinas terkait. Selain mengikuti prosesi keagamaan, kehadiran jajaran pemerintah ini sekaligus bertujuan untuk memantau perkembangan sarana dan prasarana pasar. Hal ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, khususnya pasca-renovasi dan penataan kawasan Pasar Umum Negara yang kini tampil lebih modern dan tertata.
Senada dengan Wabup, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUP) Jembrana, I Made Harta Wijaya, menjelaskan bahwa piodalan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
“Kegiatan ini rutin dengan anggaran sebesar Rp13 juta. Tujuannya jelas, untuk menjaga energi positif di lingkungan pasar agar pelayanan jual-beli di Pasar Umum Negara semakin membaik dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak,” pungkas Harta Wijaya.
Dengan terlaksananya pujawali ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap sinergi antara kerja keras pedagang dan restu spiritual dapat membawa kemakmuran yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (pro/rah)











