Barometer Bali | Klungkung – Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi meluncurkan program inovatif “Satria Peduli” di Taman Yadnya, Banjar Losan, Desa Takmung, Klungkung, Kamis (21/5).
Program “Satria Peduli” yang merupakan singkatan dari Sinergi Tri Kerukunan Antar Umat dan Penguatan Dukungan Pemerintah Lintas Agama ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam merawat toleransi serta memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Melalui program ini, pemerintah daerah memberikan dukungan berupa punia (bantuan/insentif) yang disalurkan setiap tahun kepada para rohaniwan dari seluruh agama di Kabupaten Klungkung.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian kepada tokoh agama secara berkelanjutan.
“Program ‘Satria Peduli’ adalah bukti kehadiran dan ketulusan pemerintah daerah dalam memperhatikan para tokoh agama. Kami ingin memastikan seluruh umat beragama di Klungkung merasakan dukungan yang merata dan inklusif,” ujarnya.
Melalui penguatan Tri Kerukunan Antar Umat Beragama, Pemkab Klungkung berharap program ini dapat memperkokoh persaudaraan, menjaga kondusifitas daerah, serta memperkuat fondasi spiritual masyarakat menuju Klungkung yang Mahottama (Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur).
Kepala Badan Kesbangpol Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, menjelaskan bahwa pada tahap awal program ini menyasar para pemuka agama di Klungkung. Untuk umat Hindu, terdapat 189 sulinggih yang telah terdaftar di Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung, serta rohaniwan lintas agama lainnya yang disalurkan melalui organisasi resmi masing-masing agama.










