Magnet Wisatawan! Sanur Bangkit Lewat Smart City, Denpasar Ubah Destinasi Tua Jadi Wisata Digital dan Hijau

BARO JULI F 43
PT Nindya Karya menuntaskan pembangunan fasilitas ikonik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, meliputi The Meru Sanur, Bali Beach Hotel, dan Bali Beach Convention. (barometerbali/dok.PT Nindya Karya)

Barometerbali.com | Denpasar – Sanur menjadi salah satu kawasan wisata tertua di Bali.

Sejak dikenal sebagai destinasi wisata sejak dekade 1960-an, kawasan pesisir di Kota Denpasar itu pernah menjadi magnet utama bagi wisatawan.

Namun, seiring perubahan zaman, daya tarik Sanur mulai menghadapi tantangan dan membutuhkan inovasi agar tetap relevan.

Pemerintah Kota Denpasar kini mencoba menghidupkan kembali Sanur melalui pendekatan smart city.

Teknologi digital tidak hanya digunakan untuk pelayanan publik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata, menjaga lingkungan, hingga melibatkan masyarakat dalam merawat kawasan pesisir.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Kota Denpasar Gede Wira Kusuma Wahyudi mengatakan, Sanur menjadi salah satu kawasan yang dikembangkan melalui konsep Smart Tourism.

Manfaat Smart City di Sanur

Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan agar wisatawan lebih mudah mengenali berbagai potensi Sanur melalui layanan digital dalam satu genggaman.

Berita Terkait:  7 Destinasi Wisata Bersejarah di Indonesia Sarat Beragam Kisah Budaya, Apa Saja?

“Orang ke Sanur bisa langsung dari HP, melalui aplikasi. Mereka bisa mencari destinasi terbaik, mengetahui kenapa Sanur menarik, mencari tempat makan, kuliner populer, atraksi menarik, sampai kalender event,” kata Gede Wira saat mengikuti forum ASEAN Smart City Network (ASCN) di Banyuwangi, Senin 20 Juli 2026.

Layanan tersebut terintegrasi dalam aplikasi Denpasar Prama Sewaka (DPS), yang memuat berbagai informasi dan layanan publik Kota Denpasar.

Melalui aplikasi itu, wisatawan maupun warga dapat mengetahui berbagai informasi mengenai destinasi yang tersedia, termasuk Sanur yang menjadi salah satu kawasan unggulan.

Namun, konsep Smart Tourism di Sanur tidak hanya berhenti pada layanan digital.

Pemerintah Kota Denpasar juga mengembangkan pendekatan hijau atau green untuk menjaga keberlanjutan kawasan wisata tersebut.

Salah satunya melalui pengelolaan sampah berbasis aplikasi.

Sistem tersebut membantu memastikan sampah di kawasan Sanur dapat terangkut dan dikelola dengan lebih baik sehingga mengurangi munculnya sampah liar.

Berita Terkait:  TP PKK Denpasar Tampil Maksimal di Seluruh Lomba HKG PKK ke-54 Provinsi Bali

“Memang terjadi juga masalah sampah di sana, dan sekarang sudah dikelola dengan aplikasi. Jadi sampah-sampah bisa terangkut dengan baik dan tidak ada sampah liar,” ujarnya.

Pelestarian laut hingga layanan shuttle Selain aspek digital dan lingkungan, Denpasar juga mengembangkan konsep blue yang berkaitan dengan potensi maritim Sanur.

Kawasan laut Sanur yang menjadi daya tarik wisata dijaga melalui keterlibatan masyarakat.

Warga ikut berperan dalam menjaga kebersihan laut serta merawat terumbu karang yang ada di kawasan tersebut.

“Terumbu karang itu dipelihara oleh masyarakat sendiri. Masyarakat yang menumbuhkan dan menjaga itu. Pendekatannya adalah bagaimana memberdayakan masyarakat untuk menjaga kawasannya,” ujar Gede Wira.

Untuk mengatasi kepadatan kendaraan yang kerap terjadi saat kunjungan wisata meningkat, Denpasar juga menghadirkan layanan shuttle menggunakan mobil listrik.

Wisatawan diarahkan memusatkan kendaraan di area parkir tertentu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan listrik menuju kawasan Sanur.

Berita Terkait:  Cuma 10 ribu! Menjelajahi Jembatan Kayu Estetik Hutan Mangrove Bali. Destinasi Tersembunyi di Kuta buat Liburan Akhir Pekan

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan sekaligus menekan emisi dan polusi.

“Sanur itu sering padat kalau kunjungan. Jadi parkirnya disentralkan, kemudian mereka lalu lalang dengan mobil listrik. Ini mengurangi emisi dan polusi,” terangnya.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Denpasar berharap Sanur tidak hanya kembali menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi contoh pengembangan wisata berkelanjutan di tingkat ASEAN.

Sebagai anggota baru ASEAN Smart City Network, Denpasar juga membuka peluang kerja sama dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam membangun konektivitas pariwisata.

Gede Wira mengatakan kolaborasi antarnegara dapat membuka peluang perjalanan wisata yang saling terhubung, misalnya wisatawan dari satu negara ASEAN melanjutkan perjalanan ke negara lain hingga Bali.

“Harapannya ada konektivitas yang memberikan keuntungan bersama bagi semua negara yang bersedia bergabung,” tandasnya. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI