Aksi Kamisan Aliansi BEM se-Bali, Soroti Pengkhianatan Reformasi dan Bawa 9 Tuntutan

IMG_20260521_220044
Aliansi BEM se-Bali Dwipa menggelegar aksi Kamisan 21 Mei 2026 di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Kamis (21/5/2026)(Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM se-Bali Dwipa menggelegar aksi Kamisan 21 Mei 2026 di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Kamis (21/5/2026), menjadi momentum refleksi 28 tahun Reformasi 21 Mei 1998. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa tersebut menilai cita-cita reformasi belum sepenuhnya terwujud dan justru mengalami kemunduran di berbagai sektor.

 

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan 21 Mei 2026 sekaligus Koordinator Isu Sosial dan Kesehatan Masyarakat Aliansi BEM se-Bali Dewata Dwipa, Gede Erawan Kusuma Putra Widana, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap berbagai persoalan sosial yang dinilai mengancam demokrasi dan hak-hak rakyat.

Berita Terkait:  Kasus Tukar Guling Lahan BTID Masuk Penyidikan Kejati Bali

 

“Momentum 28 tahun reformasi ini menjadi pengingat bahwa amanat reformasi belum sepenuhnya diwujudkan. Kami melihat masih banyak ketidakadilan yang terjadi, mulai dari sektor pendidikan, lingkungan, ketenagakerjaan hingga kriminalisasi terhadap aktivis,” ujarnya di sela aksi.

 

Sementara itu, Koordinator Humas Aliansi BEM se-Bali Dewata Dwipa, I Kadek Andre Hermawan Mangku Nada, menyebut aksi kamisan tidak hanya menjadi ruang menyampaikan kritik, tetapi juga bentuk solidaritas terhadap kelompok masyarakat yang mengalami ketidakadilan.

 

“Kami hadir membawa suara masyarakat yang selama ini terpinggirkan. Reformasi seharusnya menghadirkan keadilan sosial, bukan justru melahirkan kebijakan yang merugikan rakyat,” katanya.

Berita Terkait:  Perkuat Sinergi, Imigrasi Ngurah Rai Gelar Media Gathering

 

Dalam aksi tersebut, Aliansi BEM se-Bali Dewata Dwipa menyampaikan sembilan tuntutan utama. Pertama, mewujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis, mengabdi kepada rakyat, serta menghentikan komersialisasi dan liberalisasi pendidikan. Kedua, menjamin ruang aman bebas kekerasan seksual di lingkungan kampus dan sekolah.

 

Ketiga, menolak segala bentuk PHK sepihak oleh korporasi yang merugikan buruh. Keempat, mendukung perjuangan serikat pekerja PT Angkasa Pura Supports (APS), termasuk Dodik Satriawan dan rekan-rekannya, yang disebut telah hampir dua tahun melawan PHK sepihak.

 

Kelima, mendesak majelis hakim memberikan putusan seadil-adilnya terhadap korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) calon ABK KM Awindo 2A dan menjerat aktor intelektual di balik kasus tersebut.

Berita Terkait:  Giri Prasta Pimpin Rapat Perdana Pengurus KONI Bali 2026–2030, Siapkan Pelaksanaan PORPROV hingga PON

 

Keenam, mengusut tuntas dugaan perusakan lingkungan, termasuk pembabatan mangrove di kawasan KEK Kura-Kura Bali oleh PT BTID, perusakan sempadan Danau Beratan, hingga Pantai Suluban.

 

Ketujuh, mengecam tindakan represif aparat terhadap diskusi dan pemutaran film dokumenter “Pesta Babi”. Kedelapan, menyatakan solidaritas terhadap petani dan masyarakat adat yang terdampak investasi, khususnya masyarakat adat Batur yang mempertahankan tanah leluhur mereka.

 

Terakhir, massa aksi menuntut pembebasan seluruh tahanan politik tanpa syarat, menghentikan kriminalisasi aktivis, serta mendesak pembebasan Tomy Wiria.(rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI