Barometer Bali | Buleleng – Enam pemancing yang mengalami kecelakaan laut akibat perahu yang mereka tumpangi terbalik di Perairan Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, berhasil diselamatkan tim SAR gabungan pada Kamis (4/6/2026) dini hari.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Rabu (3/6/2026) pukul 23.15 Wita dari petugas KSOP Celukan Bawang bernama Dana.
Berdasarkan laporan, insiden terjadi sekitar pukul 22.49 Wita setelah rombongan pemancing yang berangkat melaut sejak pukul 18.00 Wita mengalami musibah saat perahu mereka terbalik di tengah perairan.
Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera berkoordinasi dengan Pos Polairud serta instansi terkait untuk melakukan operasi penyelamatan.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa tim langsung bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 Buleleng.
“Kami melakukan persiapan dan sekitar pukul 23.30 Wita tim berangkat dari Celukan Bawang menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian,” ujarnya.
Sebanyak enam personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Upaya pencarian membuahkan hasil kurang dari dua jam setelah tim bergerak. Pada pukul 00.58 Wita, keenam korban ditemukan di koordinat 8°09’12.4″ LS dan 114°46’03.2″ BT dalam kondisi selamat.
Selanjutnya tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dan memastikan seluruh korban dapat dibawa dengan aman menuju Pelabuhan Celukan Bawang. Proses evakuasi selesai pada pukul 01.13 Wita.
Adapun enam korban yang berhasil diselamatkan yakni Hamdan (50) asal Yeh Biu, Singaraja; Herry Noval Putra (28) asal Singaraja; Basirun (40) asal Candi Kuning; Amirul Umara (29) asal Singaraja; Haris Maulana (36) asal Singaraja; serta Amir Sarifudin (43) asal Singaraja.
Operasi penyelamatan melibatkan unsur Pos SAR Buleleng, Pos TNI AL Celukan Bawang, Pos Polairud Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, Polsek Celukan Bawang, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Keberhasilan penyelamatan seluruh korban menjadi bukti pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas instansi dalam menangani situasi darurat di wilayah perairan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. (red)










