Bali Terbaik di Jawa-Bali untuk Pengentasan Kemiskinan dan Stunting, Koster Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar

Screenshot_20260604_232322_WhatsAppBusiness
Gubernur Bali Wayan Koster menerima penghargaan dari Menteri Muarar sebagai Pemerintah Provinsi Bali kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026). (barometerbali/tangkapan layar metro tv)

Barometer Bali | Yogyakarta – Pemerintah Provinsi Bali kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026), Bali dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik I Regional Jawa-Bali pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dan diserahkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, yang mewakili Kemendagri.

Atas capaian tersebut, Pemprov Bali tidak hanya memperoleh trofi penghargaan, tetapi juga menerima insentif fiskal sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan program yang dinilai inovatif, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat hingga tingkat desa.

Dalam kategori yang sama, Provinsi Bali berhasil mengungguli Provinsi Jawa Barat yang menempati posisi terbaik kedua.
Keberhasilan Bali juga tercermin pada capaian pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya.

Berita Terkait:  BPJS Kesehatan Dorong Peserta Maksimalkan Mobile JKN dan Pandawa, Urus Layanan Kini Cukup dari Genggaman

Untuk kategori kabupaten, Kabupaten Badung meraih peringkat pertama, diikuti Kabupaten Gianyar di posisi kedua, dan Kabupaten Tabanan di posisi ketiga.

Sementara pada kategori kota, Denpasar berhasil meraih predikat terbaik pertama.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa penilaian tahun ini dibagi ke dalam enam regional guna memberikan kesempatan yang lebih setara bagi seluruh daerah untuk berkompetisi, termasuk daerah dengan kapasitas fiskal yang lebih terbatas.

Menurut Tito, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.

“Kali ini kita berikan carrot-nya (hadiah) supaya imbang, dengan harapan timbul kompetisi yang sehat dan memacu daerah untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pemprov Bali Bantu MUI Rp1,5 Miliar, Dinilai Wujud Keadilan bagi Semua Umat Beragama

Ia juga menekankan pentingnya mengangkat berbagai prestasi kepala daerah ke ruang publik agar masyarakat melihat bahwa banyak pemimpin daerah yang mampu menunjukkan kinerja positif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Ajang penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi pembangunan berkelanjutan di daerah sekaligus memperkuat pencapaian target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.

Keberhasilan Bali meraih penghargaan tersebut sejalan dengan berbagai indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tingkat kemiskinan Bali berhasil ditekan menjadi 3,42 persen, terendah secara nasional dan jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 8,25 persen.

Pada sektor kesehatan, prevalensi stunting tercatat sebesar 7,2 persen, menjadikan Bali sebagai provinsi dengan angka stunting terendah di Indonesia sekaligus satu-satunya provinsi yang berada di bawah 10 persen.

Berita Terkait:  Patroli Dini Hari, Polisi Sasar Anak Trek-Trekan

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka Bali turun menjadi 1,45 persen, juga merupakan yang terendah secara nasional. Dari sisi pemerataan ekonomi, gini ratio Bali berada pada angka 0,333, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,363.

Kinerja pembangunan Bali juga tercermin dari meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat yang mencapai Rp72,66 juta, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 79,37, serta usia harapan hidup yang mencapai 75,46 tahun.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Bali berada pada jalur yang tepat dan berhasil melampaui sejumlah target pembangunan daerah yang telah ditetapkan. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI