Bahaya! Jangan Memasukkan 9 Barang Ini ke Dalam Oven

BARO JUNI F 10
Ilustrasi memanggang ayam di oven. (barometerbali/dok.©unsplash/randomlies)

Barometerbali.com | Denpasar – Oven menjadi peralatan memasak di dapur untuk membuat kue, roti, ayam panggang, hingga hidangan untuk pesta makan malam.

Namun, tidak semua barang, tepatnya wadah dan alas, boleh dan aman dimasukkan ke oven.

Beberapa barang tidak dirancang untuk tahan dimasukkan ke oven yang panas.

Memaparkan bahan-bahan ini ke suhu oven dapat menimbulkan bahaya keselamatan yang serius serta merusak oven.

Itulah mengapa penting memeriksa ulang jika ragu.

Dalam hal bekerja dengan peralatan masak berdaya tinggi, bermain aman selalu merupakan jawaban yang tepat.

Nah, dilansir dari Southern Living, berikut beberapa barang yang tidak boleh dimasukkan ke oven.

1. Kertas lilin

Mengingat hubungannya dengan memanggang, kamu mungkin terkejut mengetahui bahwa kertas lilin bukan bahan yang aman untuk oven.

Panas oven dapat melelehkan lapisan lilin dari kertas sehingga rentan terbakar.

Karena itu, sebaiknya tidak pernah melapisi loyang atau loyang kue dengan kertas lilin, simpanlah untuk keperluan pengemasan makanan.

2. Produk kertas lainnya

Selanjutnya, barang yang tidak boleh dimasukkan ke oven adalah produk kertas.

Sebagai aturan umum, kertas tidak cocok untuk oven karena sangat mudah terbakar.

Jika produk kertas bersentuhan dengan elemen pemanas oven, produk tersebut akan terbakar.

Berita Terkait:  Meski Menyehatkan, 10 Jenis Buah Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Setiap Hari

Bahkan meski kertas tidak bersentuhan langsung dengan elemen pemanas, suhu tinggi saja dapat membuatnya terbakar.

Hal ini juga berlaku untuk kardus.

3. Produk plastik

Tidak ada jenis plastik yang cocok untuk oven, termasuk styrofoam, wadah penyimpanan makanan plastik, dan panci (atau peralatan masak lainnya) dengan pegangan plastik, silikon, atau nilon.

Memanaskan produk plastik ke dalam oven dapat menyebabkannya meleleh dan melepaskan bahan kimia beracun yang dapat tertelan atau terhirup.

 4. Kaca tanpa temper

Kamu mungkin memiliki loyang kaca yang selalu digunakan dalam oven tanpa masalah, tapi ini tidak berarti semua kaca aman digunakan dalam oven.

Hanya loyang yang terbuat dari kaca temper atau borosilikat, dan bertanda “aman untuk oven”, yang boleh digunakan dalam oven.

Jika tidak menemukan tanda yang menunjukkan kaca tersebut aman untuk oven, gunakan peralatan masak lain.

Kaca tanpa temper menjadi barang yang tidak boleh dimasukkan ke oven karena cenderung pecah jika dibiarkan dalam oven panas dan itu adalah kekacauan yang tidak ingin dibersihkan siapa pun.

Karena sensitivitas kaca terhadap panas, bahkan peralatan gelas yang aman untuk oven pun harus diperlakukan dengan hati-hati.

Berita Terkait:  5 Kesalahan Cara Memasak Sehari-hari yang Turunkan Kualitas Kadar Gizi Makanan

Perubahan suhu yang drastis dapat menyebabkan piring kaca yang aman untuk oven pecah; misalnya, saat membawa loyang dingin langsung dari kulkas ke oven.

Selain itu, sebaiknya hindari peralatan gelas yang aman untuk oven terkena panas berlebih dari pemanggang.

5. Sarung tangan oven basah

Pastikan sarung tangan oven atau serbet dapur benar-benar kering sebelum menggunakannya untuk menangani apa pun yang telah berada di dalam oven panas.

Ketika kelembapan mencapai suhu tinggi, uap akan dihasilkan.

Karena itu, jika kamu memegang barang yang panas di oven dengan kain lembap, uap akan langsung terbentuk—dan uap ini kemungkinan akan membakar tangan, bahkan mungkin parah.

6. Spons dapur

Spons dapur juga menjadi barang yang tidak boleh dimasukkan ke oven.

Jika ingin “mensterilkan” spons cuci piring bekas dengan memanggangnya di dalam oven, tahan godaan tersebut.

Spons tersebut bisa saja terbakar dan mungkin sudah saatnya menggantinya dengan yang baru.

7. Peralatan masak kayu

Peralatan, seperti peralatan masak kayu dan talenan kayu, umumnya tidak dirancang untuk digunakan dalam oven.

Ada beberapa pengecualian, tetapi jika suatu peralatan tidak secara khusus ditandai sebagai “aman untuk oven”, anggaplah memang tidak aman.

Berita Terkait:  Buat Kaum Mager, Ini 9 Tips Diet Anti Ribet yang Ingin Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Panas oven dapat menyebabkan peralatan kayu pecah, melengkung, atau terbakar.

8. Makanan kaleng

Kita semua ingin sebisa mungkin menghindari mengotori piring, tetapi memanaskan makanan kaleng dengan memasukkan seluruh kaleng, baik yang sudah dibuka maupun tidak, ke oven panas bukan cara yang tepat.

Bahkan pada suhu relatif rendah, racun dapat terlepas dari bahan-bahan kaleng (misalnya, label/perekat dan lapisan kaleng).

Selain itu, jika memanaskan kaleng yang tersegel di dalam oven, panasnya dapat menyebabkan peningkatan tekanan yang menyebabkan kaleng meledak.

9. Wadah makanan untuk dibawa pulang

Terakhir, barang yang tidak boleh dimasukkan ke oven adalah wadah makanan untuk dibawa pulang.

Jika ingin memanaskan kembali sisa makanan untuk dibawa pulang di dalam oven, pindahkan terlebih dahulu ke wadah yang aman untuk oven.

Banyak wadah makanan untuk dibawa pulang termasuk dalam kategori bahan yang telah dibahas di atas, seperti kertas, kardus, plastik, dan styrofoam.

Namun, bahkan wadah makanan untuk dibawa pulang aluminium sekali pakai pun tidak selalu cocok dipanaskan di dalam oven.

Banyak wadah makanan ini memiliki lapisan yang tidak boleh terkena panas berlebihan. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI