Barometer Bali | Badung – Operasi pencarian terhadap dua bocah yang terseret arus saat bermain di Pantai Kuta resmi dihentikan oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (13/6/2026) pukul 16.00 Wita setelah berlangsung selama tujuh hari. Hingga batas akhir operasi, kedua korban belum berhasil ditemukan meski berbagai metode pencarian telah dilakukan.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Juni Antara, mengatakan penghentian operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan ketentuan batas waktu pencarian sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
“Hari ini pencarian dengan pengerahan unsur gabungan kami hentikan. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektoral apabila terdapat perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 18.05 Wita. Saat itu dua bocah, Airlangga Andrianto (13) dan Noval Aditya Saputra (8), warga Jalan Mataram, Kuta, sedang bermain bola di bibir pantai. Bola yang beberapa kali terbawa ombak membuat keduanya berusaha mengambilnya ke laut hingga akhirnya terseret arus dan menghilang.
Laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 18.50 Wita dari seorang pelapor bernama Asad. Enam personel segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran di sepanjang pantai pada malam hari. Namun, pencarian terkendala minimnya jarak pandang dan hingga pukul 22.00 Wita belum membuahkan hasil.
Operasi kemudian dilanjutkan setiap hari dengan melibatkan unsur darat, laut, dan udara. Tim SAR Gabungan mengerahkan rubber boat, jetski Balawista, serta Helikopter Bell 412 milik SGi untuk memperluas area pencarian.
Pada hari ketujuh, rubber boat menyisir area seluas 3,31 mil laut persegi (NM²), jetski Balawista menjangkau 3,16 NM², sedangkan helikopter melakukan pencarian dari udara hingga area 8,21 NM². Meski demikian, keberadaan kedua korban masih belum ditemukan.
“Segala upaya telah kita lakukan, mulai dari pencarian di darat, laut, bahkan udara. Namun hingga sore hari ini hasilnya masih nihil,” kata Juni Antara.
Selama operasi berlangsung, pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Kuta, Polairud Polresta Denpasar, Babinpotmar, Balawista Kuta, Banser, BRC, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Meski operasi resmi dihentikan, Basarnas tetap membuka kemungkinan untuk melanjutkan pencarian apabila ditemukan petunjuk, bukti, atau informasi yang akurat terkait keberadaan kedua korban. Pihaknya juga mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan korban sehingga proses evakuasi dapat segera dilakukan. (red)










