Pemab Klungkung Gelar Apel Peringatan Harganas 2026

InCollage_20260629_134200421_OMCQSr3F8p
Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria, memimpin Apel Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Klungkung, Senin (29/6). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Klungkung – Bupati Klungkung, I Made Satria, memimpin Apel Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Klungkung, Senin (29/6). Apel tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian, serta pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Klungkung.

Pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji yang dibacakan Bupati Satria menyebutkan, dalam konteks pembangunan nasional, ketangguhan keluarga memiliki korelasi linear dan mutlak dengan masa depan geopolitik dan geoekonomi Indonesia. Saat ini, bangsa Indonesia sedang berada disebuah jendela peluang historis yang sangat langka, yang disebut dengan bonus demografi. Fokus pada fase ini adalah melakukan lompatan kuantum dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Berita Terkait:  Bhakti Penganyaran Pemkab Badung di Pura Luhur Batukau

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional itu lebih lanjut menyebutkan, ada tiga pilar utama pembangunan keluarga sebagai kunci dalam memperbaiki kualitas SDM demi mengapitalisasi bonus demografi itu, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Upaya perbaikan kualitas SDM dan penguatan karakter ini mustahil terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan diatas pundak para ibu sendirian.

Oleh karena itu, pada momentum Harganas ini, ia mengetuk hati dan kesadaran para kepala keluarga diseluruh pelosok negeri, karena keterlibatan aktif, kehadiran fisik, dan kedekatan emosional seorang Ayah dalam proses pengasuhan anak adalah faktor determinan bagi pembentukan struktur kepribadian dan kestabilan emosi anak-anak. Kurangnya pengasuhan yang berkualitas, ketidakhadiran orang tua, dan penggunaan gadget yang tidak terkontrol menjadi penyebab meningkatnya berbagai masalah sosial pada remaja.

Berita Terkait:  Buka Pameran Pendidikan di Nusa Penida, Wabup Tjok Surya Ajak Guru Cetak Generasi Berkarakter

Kondisi ini terlihat dari maraknya tawuran, perundungan (bullying), geng motor, pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan di luar nikah dan aborsi, serta penyalahgunaan narkoba. Berbagai perilaku tersebut berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan generasi muda sehingga memerlukan perhatian serius dari keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Bupari Satria mengajak kepada seluruh orang tua untuk menangkal semua ancaman tersebut dari rumah sendiri, karena benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Para orang tua diharapkan menghidupkan kembali fungsi keagamaan dirumah, mengajarkan nilai-nilai moral secara konsisten. “Keluarga adalah hulu dari semua kebijakan publik, hulu dari semua kesuksesan pembangunan nasional. Mari kita kepalkan tangan, satukan tekad demi masa depan anak-anak kita, demi kehormatan bangsa kita,” ujar Bupati Satria. (rah)

Berita Terkait:  Peringati Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Badung Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Rawat Monumen Perjuangan

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI