Targetkan 4.000 Pengunjung, Desa Wisata Penglipuran Bali Gelar Festival 9-11 Juli 2026

BARO JUNI F 48A
Desa Wisata Penglipuran Bali akan gelar Penglipuran Village Festival XIII pada 9-11 Juli 2026, hadirkan seni, budaya, lingkungan, UMKM, dan edukasi. (barometerbali/dok.Desa Adat Penglipuran)

Barometerbali.com | Bangli – Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, akan menggelar Penglipuran Village Festival XIII pada Juli 2026, tepatnya dari Kamis, 9 Juli 2026 sampai Sabtu 11 Juli 2026.

“Kami menargetkan 3.000 hingga 4.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan festival,” ujar Kepala Badan Usaha Desa Adat Penglipuran, Wayan Sumiarsa, dikonfirmasi Kamis, 26 Juni 2026.

Ia menambahkan, festival ini akan menghadirkan berbagai kegiatan budaya, lingkungan, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah), serta ruang edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.

Berita Terkait:  5 Destinasi Wisata Religi di Bali untuk Menyambut Perayaan Hari Raya Galungan

Festival ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan konsep pengelolaan desa wisata yang tetap menjaga adat dan lingkungan.

“Penglipuran tidak hanya ingin dikenal sebagai desa wisata yang indah, bersih, dan tertata. Kami juga ingin Penglipuran menjadi contoh desa wisata yang hidup, berbudaya, inklusif, dan regeneratif,” jelas Sumiarsa.

Menurutnya, Penglipuran Village Festival menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk melihat langsung kehidupan masyarakat Penglipuran, sekaligus mendukung produk lokal.

Berita Terkait:  Wawali Arya Wibawa Buka Abian Kapas Klodan Festival, Dorong Kreativitas Generasi Muda Lestarikan Budaya Bali

Desa Wisata Penglipuran Bali gelar festival, ada pertunjukan tari hingga yoga tertawa

Selama tiga hari penyelenggaraan, festival akan menghadirkan sejumlah kegiatan.

Pada Kamis, 9 Juli 2026 acara akan dibuka dengan penyambutan tamu, tari kolosal, parade gebogan, pembukaan festival, pertunjukan Tari Palegongan “Raksan Gumi”, dan pameran UMKM.

Pada Jumat, 10 Juli 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan workshop (lokakarya) lingkungan, lomba busana tempoe doloe, serta pertunjukan musik lokal.

Sementara itu, pada hari terakhir, Sabtu, 11 Juli 2026 akan diisi dengan kegiatan yoga tertawa dan hiburan musik lokal.

Berita Terkait:  7 Alasan Slow Travel Jadi Pilihan Terbaik Liburan Keluarga, Lebih Tenang dan Berkualitas bersama Anak-anak

Festival ini juga melibatkan pelaku UMKM, seniman lokal, generasi muda, krama desa, dan kelompok penyandang disabilitas.

Sumiarsa berharap kegiatan tersebut dapat memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat desa.

“Datang ke Penglipuran Festival berarti menikmati budaya, belajar dari desa, mendukung UMKM lokal, menghargai keberagaman, dan ikut menjaga masa depan pariwisata Bali,” tutup dia. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI