Barometer Bali | Denpasar – Bali Mandarin Academy (BAMA) kembali melanjutkan program pelatihan bahasa Mandarin bagi awak media dengan menggelar sesi kedua secara daring, Selasa (7/7/2026), pukul 18.00–19.00 Wita. Kelas ini dipandu langsung oleh pengajar asal Tiongkok, Ding Yu, yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang pendidikan.
Pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari sesi perdana yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka. Pada pertemuan awal, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar bahasa Mandarin, mulai dari pengucapan, struktur kalimat sederhana, hingga pengenalan budaya berbahasa.
Memasuki sesi kedua, materi pembelajaran difokuskan pada kemampuan komunikasi yang lebih praktis. Tema yang diangkat adalah “Percakapan Menanyakan Arah di Bandara”, sehingga peserta mempelajari berbagai kosakata, ungkapan, serta simulasi dialog yang umum digunakan dalam lingkungan bandara.
Direktur Operasional Bali Mandarin Academy, Antonius, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BAMA untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing bagi insan media sebagai bekal saat menjalankan tugas jurnalistik.
“Antusiasme dan interaksi rekan-rekan media pada sesi kedua ini sangat luar biasa. Fokus materi kita hari ini adalah penguasaan kosakata dan percakapan praktis terkait navigasi dan penunjuk arah dalam bahasa Mandarin. Kami berharap bekal komunikasi ini dapat diserap dengan baik dan memberikan nilai tambah bagi profesi mereka,” ujarnya.
Menurut Antonius, pemilihan tema percakapan di bandara dilakukan agar peserta memiliki kemampuan komunikasi dasar yang dapat langsung diterapkan dalam situasi nyata, terutama ketika bertemu wisatawan maupun menjalankan tugas peliputan.
Selain memperkaya perbendaharaan kosakata, peserta juga diajak mempraktikkan dialog secara langsung untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Mandarin pada situasi formal. Pendekatan berbasis simulasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan berbicara peserta.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung interaktif dengan suasana yang dinamis. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik percakapan yang dipandu langsung oleh pengajar. Format pembelajaran daring juga memberikan fleksibilitas bagi peserta yang memiliki keterbatasan waktu maupun jarak.
Setelah diawali melalui pertemuan luring, BAMA melanjutkan proses pembelajaran secara online agar pelatihan tetap efektif dan dapat menjangkau lebih banyak peserta. Ke depan, Bali Mandarin Academy akan kembali menggelar sejumlah sesi lanjutan dengan berbagai tema percakapan sehari-hari yang lebih beragam.
Melalui rangkaian pelatihan ini, BAMA berharap kemampuan berbahasa Mandarin para peserta terus berkembang sehingga menjadi bekal yang bermanfaat dalam mendukung profesionalisme mereka di masa mendatang. (red)










