Dibalut Keindahan Pemandangan Alam Inilah Masjid di Atas Awan, Perpaduan Bali dan Lombok

BARO JULI F 15
Masjid Al-Ikhlas, Karangasem, Bali, yang dijuluki masjid di atas awan. (barometerbali/dok.detikbali/Wayan Selamat Juniasa)

Barometerbali.com | Karangasem – Masjid Al-Ikhlas di Banjar Dinas Bukit Tabuan, Desa Bukit, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem jadi viral beberapa tahun belakangan ini karena dijuluki sebagai masjid di atas awan.

Disebut demikian, lantaran Masjid Al-Ikhlas berada di atas perbukitan.

Takmir Masjid Al-Ikhlas Hassan Basri mengatakan bahwa yang pertama kali memberikan julukan tersebut adalah para wisatawan, yakni jemaah tabligh atau jemaah yang bersilaturahmi lima tahun yang lalu.

Yang datang bukan hanya wisatawan lokal tapi juga mancanegara, seperti Bangladesh, India, dan Pakistan.

Berita Terkait:  7 Kuliner Legendaris di Bali yang Eksis Lebih dari 50 Tahun, Apa Saja?

Kedatangan mereka itu hampir rutin setiap bulan.

“Saat wisatawan tersebut datang ke sini (Masjid Al-Ikhlas) sekitar lima tahun yang lalu kebetulan saat itu kabut, jadi awannya berada di bawah masjid. Sehingga langsung diabadikan dan dibilang masjid di atas awan,” kata Basri.

Karena berada di atas ketinggian, pemandangan yang dilihat sangat indah, udaranya pun sejuk.

Dari sana, Kota Karangasem terlihat dengan jelas, begitupun laut, Pulau Lombok, Nusa Penida, dan Gunung Agung.

Berita Terkait:  OJK: Sektor Jasa Keuangan Bali Tetap Solid, Kredit Investasi dan Pariwisata Tumbuh Positif

Dengan pemandangannya yang indah tersebut, ada saja jemaah yang datang setiap harinya.

Untuk menambah kenyamanan, pengelola masjid juga menyediakan tempat bersantai.

Selain terkenal dengan sebutan masjid di atas awan, Basri mengatakan keunikan lainnya adalah dari sisi arsitektur.

“Kami memadukan budaya Bali dengan Lombok, karena kebetulan kami umat Muslim yang ada di sini keturunan dari Lombok,” kata Basri.

Perlu juga diketahui bahwa Masjid Al-Ikhlas juga menjadi tempat perlintasan burung elang saat migrasi dari Australia ke arah utara.

Berita Terkait:  5 Tempat Makan Siang Enak di Kuta yang Selalu Ramai, Wajib Dicoba saat Liburan di Bali

“Jadi dalam tahun-tahun tertentu ketika migrasi burung elang akan lewat tepat di atas Masjid Al-Ikhlas, dan jumlahnya mencapai ribuan. Sering jadi tontonan warga sini,” ucap Basri.

Sebelum terkenal seperti sekarang, sekitar 1980 Masjid Al-Ikhlas ini awalnya hanya menjadi tempat pengajian sederhana.

Sekitar 1990 mulai dibangun musala dengan ukuran 6×6 meter.

Seiring perkembangan zaman, musala tersebut dibongkar dan dibangun Masjid Al-Ikhlas pada 2011. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI