OJK: Sektor Jasa Keuangan Bali Tetap Solid, Kredit Investasi dan Pariwisata Tumbuh Positif

IMG-20260704-WA0039
Foto: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat kinerja sektor jasa keuangan (SJK) di Bali hingga posisi April 2026. (Barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat kinerja sektor jasa keuangan (SJK) di Bali hingga posisi April 2026 tetap terjaga stabil dan solid di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik. Stabilitas tersebut tercermin dari pertumbuhan positif sektor perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank yang terus mendukung aktivitas perekonomian daerah.

 

Penyaluran kredit perbankan berdasarkan lokasi bank mencapai Rp121 triliun atau tumbuh 6,41 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara berdasarkan lokasi proyek, kredit meningkat 9,14 persen yoy menjadi Rp147,64 triliun.

 

Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang naik 16,82 persen yoy atau bertambah Rp6,11 triliun. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya dukungan perbankan terhadap pembiayaan ekspansi usaha yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bali dalam jangka panjang. Di sisi lain, kredit konsumsi tumbuh 4,68 persen, sedangkan kredit modal kerja masih mengalami kontraksi sebesar 1,63 persen yoy.

Berita Terkait:  PLN UP2D Bali Gandeng Desa Dauh Puri Kangin, Perkuat Keamanan Kelistrikan dan Perlindungan Masyarakat

 

OJK juga mencatat lebih dari separuh kredit di Bali, yakni 51,26 persen, disalurkan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penyaluran kredit UMKM tumbuh 5,23 persen yoy dengan dominasi pada segmen usaha mikro yang meningkat 11,10 persen.

 

Berdasarkan sektor ekonomi, pertumbuhan nominal kredit terbesar berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang bertambah Rp2,10 triliun atau tumbuh 15,46 persen yoy. Hal tersebut mencerminkan semakin kuatnya pemulihan sektor pariwisata Bali yang turut meningkatkan kebutuhan pembiayaan usaha.

 

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,64 persen yoy menjadi Rp207,54 triliun, terutama ditopang pertumbuhan tabungan. Sementara kualitas kredit juga semakin membaik dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,60 persen dibandingkan 3,21 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio Loan at Risk (LaR) juga menurun menjadi 9,47 persen, menandakan risiko kredit semakin terkendali.

Berita Terkait:  Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan

 

Di sektor pasar modal, jumlah investor di Bali terus menunjukkan pertumbuhan dua digit. Hingga April 2026 tercatat sebanyak 404.965 Single Investor Identification (SID), meningkat 32,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai kepemilikan saham masyarakat Bali juga melonjak menjadi Rp8,25 triliun atau tumbuh 46,85 persen secara tahunan.

 

Sementara itu, pembiayaan melalui modal ventura tumbuh 28,53 persen menjadi Rp117,62 miliar, sedangkan pembiayaan fintech peer to peer lending meningkat 28,15 persen menjadi Rp2,20 triliun. Meski demikian, OJK mengingatkan adanya kenaikan tingkat wanprestasi (TWP 90) fintech menjadi 4,67 persen sehingga perlu menjadi perhatian seluruh pelaku industri dan masyarakat.

 

Selain menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK Provinsi Bali juga terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Hingga Mei 2026, OJK telah melaksanakan 74 kegiatan edukasi yang menjangkau hampir 7.000 peserta secara langsung dan sekitar 66.000 orang melalui media sosial. Bersama berbagai pemangku kepentingan, total kegiatan edukasi keuangan di Bali mencapai 491 kegiatan dengan lebih dari 452 ribu peserta.

Berita Terkait:  10 Desa Wisata di Bali Sajikan Panorama Indah, yang Wajib Masuk List Liburanmu!

 

OJK optimistis sektor jasa keuangan di Bali akan tetap tumbuh secara berkelanjutan melalui penguatan pengawasan, sinergi dengan pemerintah, Bank Indonesia, LPS, serta pelaku industri jasa keuangan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memastikan aspek legal dan logis sebelum menggunakan produk keuangan guna menghindari investasi maupun layanan keuangan ilegal.

 

Keterangan foto: Kepala OJK Provinsi Bali menyampaikan perkembangan kinerja sektor jasa keuangan Provinsi Bali posisi April 2026 yang tetap tumbuh solid dengan stabilitas perbankan dan pasar keuangan yang terjaga. (OJK/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI