PMKRI Denpasar Apresiasi Groundbreaking PSEL Denpasar Raya, Momentum Membenahi Peradaban Ekologis Bali

IMG_20260709_000019
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar. (Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar mengapresiasi dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Denpasar Raya sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di Bali.

Ketua PMKRI Cabang Denpasar, Stanley Francisco Gurion, mengatakan pembangunan PSEL tidak boleh hanya dilihat semata-mata sebagai proyek infrastruktur, tetapi sebagai momentum membangun cara pandang baru dalam mengelola lingkungan, ruang hidup, dan masa depan Bali.

“Kami mengapresiasi dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya. Bagi kami, ini bukan saja soal pembangunan fasilitas pengolahan sampah, tetapi tanda bahwa Bali sedang memasuki babak penting untuk membenahi peradaban ekologisnya. Ini penting, karena persoalan sampah ini tidak melulu persoalan teknis, tetapi cerminan dari cara kita memperlakukan alam, ruang hidup, dan masa depan generasi berikutnya,” ujar Stanley, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, krisis sampah di Bali harus dibaca sebagai persoalan tata kelola, budaya hidup, dan tanggung jawab bersama. Karena itu, kehadiran PSEL menjadi langkah maju yang perlu didukung, sejauh ditempatkan dalam kerangka besar transformasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Berita Terkait:  Putri Koster Terima Kunjungan Istri Wamen Transmigrasi, Perkuat Dukungan untuk PKB dan UMKM Bali

“PSEL adalah langkah maju karena menghadirkan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi. Namun memang yang lebih penting bahwa pembangunan ini harus menjadi titik balik bagi kita semua untuk meninggalkan pola lama yang hanya memindahkan sampah dari rumah ke tempat pembuangan. Bali membutuhkan kesadaran baru bahwa setiap sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab moral, sosial, dan ekologis,” katanya.

Stanley menilai, sebagai daerah yang dikenal dunia karena keindahan alam, budaya, dan spiritualitasnya, Bali tidak boleh membiarkan persoalan sampah merusak wajah ekologis dan martabat kebudayaannya. Menurutnya, pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari upaya menjaga kehormatan Bali sebagai ruang hidup bersama.

“Bali tidak hanya dijaga melalui promosi pariwisata, tetapi melalui kesungguhan merawat tanah, air, laut, desa, dan kota-kotanya. Jika sampah tidak dikelola secara serius, maka yang terancam itu tidak lagi hanya lingkungan, tetapi juga martabat Bali sebagai pulau yang selama ini dipandang memiliki relasi kuat antara manusia, alam, dan spiritualitas,” tegasnya.

Berita Terkait:  Kanit Reskrim Polsek Kuta Positif Ekstasi, Polda Bali Tegaskan Tak Tebang Pilih

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, desa adat, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan komunitas lingkungan. Menurutnya, keberhasilan PSEL tidak cukup diukur dari berdirinya bangunan atau teknologi yang digunakan, tetapi dari sejauh mana kebijakan ini mampu mengubah perilaku kolektif masyarakat.

“Keberhasilan PSEL tidak boleh berhenti pada seremoni pembangunan. Ukuran keberhasilannya adalah ketika sistem bekerja, masyarakat ikut bergerak, dan budaya memilah serta mengurangi sampah tumbuh dari rumah, sekolah, kampus, pasar, hotel, banjar, hingga ruang-ruang publik. Infrastruktur harus bertemu dengan kesadaran warga,” lanjut Stanley.

PMKRI Cabang Denpasar juga mengajak generasi muda Bali untuk mengambil peran aktif dalam gerakan ekologis. Stanley menyebut, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam agenda besar penyelamatan lingkungan, tetapi harus menjadi kekuatan moral yang mendorong perubahan perilaku dan kebijakan publik.

Berita Terkait:  KPU Bali Tetapkan 3,37 Juta Daftar Pemilih Berkelanjutan Semester I 2026

“Generasi muda harus hadir sebagai penjaga masa depan ekologis Bali. Kita tidak bisa mewariskan kepada generasi berikutnya pulau yang indah secara narasi, tetapi rapuh secara lingkungan. Karena itu, PMKRI Denpasar siap mengambil bagian dalam edukasi, kampanye kesadaran, dan kolaborasi sosial untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Stanley berharap pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat berjalan lancar, transparan, tepat waktu, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa apresiasi terhadap pemerintah harus diikuti dengan dukungan aktif seluruh elemen masyarakat agar transformasi pengelolaan sampah di Bali benar-benar terwujud.

“Kami berharap PSEL Denpasar Raya menjadi tonggak baru dalam sejarah pengelolaan sampah Bali. Ini saatnya Bali menunjukkan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan kita merawat lingkungan sebagai rumah bersama,” tutup Stanley. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI