Barometer Bali | Singasana – Sebanyak 55 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabanan Tahun 2026 mulai mengikuti rangkaian pembinaan sebagai persiapan pelaksanaan tugas pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para peserta terdiri atas 29 putra dan 26 putri yang berasal dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tabanan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabanan I Made Murdika menjelaskan, seluruh calon Paskibraka telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan pada 28–29 Juli 2026 di Ruang Rapat BRIDA Kabupaten Tabanan.
“Bimbingan teknis ini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para calon Paskibraka. Mereka adalah generasi muda pilihan yang nantinya akan mengemban tugas sebagai simbol semangat nasionalisme dan persatuan,” ujar Murdika Kamis, (30/7).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari unsur TNI serta Pemerintah Kabupaten Tabanan yang memberikan materi mengenai penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan semangat bela negara. Selain itu, para peserta juga memperoleh pendidikan politik dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebagai bekal meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya demokrasi dan partisipasi politik yang bertanggung jawab.
Setelah menyelesaikan rangkaian bimbingan teknis, para calon Paskibraka memasuki tahapan Desa Bahagia sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kebersamaan, dan kepemimpinan. Selanjutnya, mulai hari ini para peserta menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Lapangan Rindam IX/Udayana.
Selama mengikuti diklat, para calon Paskibraka mendapatkan pelatihan intensif yang didampingi oleh instruktur dari TNI, Polri, tenaga kesehatan, panitia penyelenggara, serta para anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Pendampingan lintas unsur tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh pembinaan secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, mental, disiplin, maupun kesehatan.
Murdika berharap seluruh rangkaian pembinaan dapat membentuk calon Paskibraka yang tidak hanya memiliki kemampuan baris-berbaris yang baik, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, serta memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.
“Melalui proses pembinaan ini kami berharap lahir Paskibraka yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Mereka bukan hanya bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi duta nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (tmc/rah)










