Barometer Bali | Denpasar – Persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu keluhan utama masyarakat di Kota Denpasar. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Denpasar, Yonathan Andre Baskoro, berdasarkan berbagai aspirasi yang diterimanya selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Yonathan mengatakan, selama kurang lebih dua tahun menjabat sebagai anggota legislatif, dirinya menerima banyak pengaduan masyarakat terkait kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Kota Denpasar.
Menurutnya, aduan tersebut mayoritas berkaitan dengan persoalan drainase, jalan lingkungan, hingga jalan utama yang dinilai membutuhkan perbaikan dan penanganan segera.
“Kebanyakan infrastruktur, ada perbaikan drainase, perbaikan jalan lingkungan maupun jalan utama,” jelas Yonathan saat ditemui, Minggu (2/7/2026).
Politisi muda Partai Golkar Denpasar itu menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat yang diterimanya akan terus dikawal hingga mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah. Tidak hanya aspirasi yang belum terealisasi, tetapi juga pengaduan baru yang masuk akan tetap menjadi bagian dari perjuangannya sebagai anggota legislatif.
Yonathan juga mendorong Pemerintah Kota Denpasar agar mempercepat pengerjaan sejumlah infrastruktur, khususnya yang berkaitan dengan drainase dan titik rawan genangan, sebelum musim hujan tiba.
Menurutnya, keterlambatan penanganan infrastruktur berpotensi kembali menimbulkan persoalan bagi masyarakat ketika intensitas hujan meningkat.
“Saya berkomitmen untuk tetap melanjutkan perjuangan pengawasan fungsi saya sebagai anggota legislatif agar semua keluhan dan aduan dari masyarakat ini bisa kita tindak lanjuti dan sampai dieksekusi,” tegasnya.
Sementara itu, di daerah pemilihannya, Yonathan menyebut terdapat 78 aduan masyarakat yang tercatat secara resmi melalui sistem e-Pokir DPRD Kota Denpasar. Puluhan aspirasi tersebut merupakan hasil penjaringan saat dirinya melaksanakan kegiatan reses.
Namun, jumlah pengaduan yang diterimanya tidak hanya berasal dari mekanisme e-Pokir. Yonathan mengaku masih menerima ratusan aspirasi lainnya secara langsung dari masyarakat di luar sistem tersebut.
Dari 78 aduan yang tercatat dalam e-Pokir, sekitar 60 hingga 70 persen di antaranya telah mendapatkan tindak lanjut. Sementara sisanya masih dalam proses dan terus didorong agar dapat segera direalisasikan oleh pemerintah.
Yonathan menargetkan seluruh aspirasi masyarakat yang masuk dapat ditindaklanjuti hingga akhir masa jabatannya.
“Targetnya harus 100 persen sampai jabatan saya selesai. Belum lagi ada tambahan-tambahan yang lainnya,” pungkasnya. (rian)










